Indonesia Terpilih Lagi Jadi Anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional 2026-2027

Indonesia kembali terpilih sebagai anggota dewan Organisasi Maritim Internasional atau IMO periode 2026-2027.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 03 Desember 2025, 10:40 WIB
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan dua pertiga wilayahnya berupa perairan memerlukan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan untuk terbangunnya konektivitas sektor maritim.

Liputan6.com, Jakarta Indonesia kembali terpilih sebagai anggota dewan Organisasi Maritim Internasional atau IMO periode 2026-2027. Sehingga Indonesia akan jadi salah satu penentu kebijakan maritim internasional.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (DPP INSA) Carmelita Hartoto menilai, keberhasilan ini mencerminkan pengakuan dunia atas posisi strategis Indonesia dalam kancah maritim global.

"Keberhasilan ini menandakan kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis di sektor maritim dunia," ujar Carmelita, Rabu (3/12/2025).

Dirinya yang juga menjadi salah satu delegasi perwakilan Indonesia dalam sidang majelis IMO di London ini juga menyoroti pendekatan diplomasi yang dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi.

Carmelita menuturkan, Menhub sebagai pemimpin delegasi Indonesia dalam sidang majelis IMO melakukan pendekatan personal dengan mendatangi satu per satu perwakilan negara sahabat.

"Upaya Pak Menhub Dudy menemui perwakilan negara secara langsung ini sangat mengesankan. Karena menunjukkan bahwa Indonesia hadir bukan sekadar meminta dukungan, tetapi menghargai kebersamaan dan hubungan diplomatik dengan negara lain," ungkapnya.

 

Suara Kelima Terbesar

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah kota-kota besar di Indonesia pada umumnya berawan dan diguyur hujan ringan, Kamis (10/7/2025). (merdeka.com/Arie Basuki)

Adapun dalam sidang Majelis IMO kali ini, Indonesia memperoleh 138 suara sehingga menempati peringkat kelima peraih suara terbesar sebagai anggota Dewan IMO Kategori C.

Perolehan suara ini juga lebih banyak jika dibandingkan dua tahun sebelumnya yang mencapai 135 suara. Selain Indonesia, beberapa negara lain yang terpilih sebagai anggota Dewan IMO Kategori C seperti Singapura, Saudi Arabia, Belgia, dan Turki.

Menurut Carmelita, peningkatan perolehan suara ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan global, sekaligus menunjukkan konsistensi naiknya pengaruh Indonesia dalam tata kelola maritim dunia.

 

Peran Penting Indonesia

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto, menyambut baik diskusi mengenai wacana strategis yang berpotensi besar mengubah lanskap maritim nasional, yakni pemindahan gateway (pelabuhan) ekspor-impor utama ke wilayah Indonesia Timur.

Lebih lanjut, ia menilai keberadaan Indonesia di Dewan IMO sangat penting, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan jalur laut strategis. Sehingga kebijakan IMO menyangkut keselamatan, keamanan pelayaran dan regulasi lainnya berdampak terhadap arah dan daya saing kemaritiman Indonesia di masa mendatang.

"Kepemimpinan langsung Menhub Dudy dalam sidang Majelis IMO ini memastikan bahwa negara hadir dan mengawal aspirasi pelayaran nasional dalam kebijakan maritim global," ujar dia.

"Kami terima kasih kepada seluruh delegasi dan pihak yang terlibat dalam misi ini, serta kepada negara-negara sahabat yang memberikan dukungan dan suaranya bagi Indonesia. INSA juga berkomitmen untuk terus bersinergi bersama Pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia dalam forum-forum maritim internasional," tuturnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya