Distribusi BBM di Lokasi Bencana Perlu Waktu, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Struktur distribusi energi Pertamina sejatinya telah dirancang dalam tiga moda utama yaitu darat, laut, dan udara. Termasuk distribusi bencana

oleh Tim BisnisDiterbitkan 03 Desember 2025, 09:58 WIB
PT Pertamina (Persero) memasok 8000 liter bahan bakar jenis Dexlite untuk mendukung operasional alat berat penanggulangan bencana di wilayah Tapanuli dan Sibolga

Liputan6.com, Jakarta Bencana banjir besar yang melanda wilayah Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu rantai distribusi energi, khususnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke berbagai daerah.

Praktisi energi Ismoyo Hadi menilai situasi kali ini merupakan salah satu tantangan distribusi BBM paling berat dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, diyakini Pertamina mampu memastikan distribusi pasokan energi.

Ismoyo menjelaskan bahwa struktur distribusi energi Pertamina sejatinya telah dirancang dalam tiga moda utama yaitu darat, laut, dan udara.

Namun, pada kondisi banjir yang bersifat masif seperti saat ini, jalur darat menjadi moda yang pertama dan paling banyak lumpuh karena akses jalan terputus, jembatan rusak, hingga area distribusi yang terendam.

"Melihat massivenya banjir, modul darat sudah pasti akan banyak yang terputus dan terkendala. Hanya laut dan udara yang mungkin bisa jalan," ujarnya melansir Antara, Rabu (3/12/2025).

Namun, moda laut pun terbatas karena hanya dapat menjangkau pelabuhan. Untuk distribusi ke titik-titik terisolasi, satu-satunya opsi realistis adalah moda udara.

Menurutnya, helikopter menjadi pilihan paling efektif untuk menembus daerah yang terputus total dari akses darat. “Alternatif yang paling mungkin adalah moda udara dengan bantuan TNI-Polri,” kata Ismoyo.

Belajar dari pengalaman bencana sebelumnya seperti Gempa Palu maupun Banjir Kalimantan Selatan, Pertamina berupaya memulihkan distribusi BBM meski menghadapi hambatan ekstrem. Pengalaman tersebut menjadi modal utama dalam menghadapi bencana banjir kali ini.

 

 

Tidak panic buying

Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi untuk masyarakat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam kondisi aman seiring pulihnya operasional suplai BBM dari jalur laut terkait bencana banjir bandang Sumatera. Dok PPN

Dia yakin distribusi BBM dapat dipulihkan sepenuhnya. Menurutnya, kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan BNPB menjadi kunci percepatan pemulihan suplai energi.

“Yakin dengan dukungan semua pihak, masalah distribusi BBM di wilayah-wilayah terdampak pasti bisa teratasi,” tegasnya.

Kepada masyarakat, Ismoyo berpesan agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Pertamina, menurutnya, terus berupaya mengirimkan BBM melalui seluruh instrumen yang dimiliki meski harus menghadapi blokade alam.

“Butuh waktu untuk sampai ke end user. Diharapkan masyarakat sabar dan tenang, dan berhemat dengan stok BBM yang ada,” tuturnya.

Tindak Praktik Penimbunan

Selain itu, ia menyoroti munculnya praktik penimbunan BBM dan lonjakan harga eceran di tengah situasi krisis sebagai tindakan yang tidak dapat ditoleransi.Aparat keamanan harus bertindak tegas.

“Wajib hukumnya TNI Polri menegakkan hukum di lapangan. Musibah nasional ini harus melahirkan rasa gotong royong, bukan aji mumpung,” ungkapnya.

Ismoyo juga menekankan pentingnya introspeksi pemerintah terkait tata kelola lingkungan. Ia meminta agar evaluasi perizinan penebangan hutan, pengawasan AMDAL, pengendalian perluasan perkebunan, serta penegakan hukum terhadap praktik ilegal logging dilakukan secara serius.

“Semua itu ikhtiar manusia. Faktor cuaca ekstrem juga berperan, namun itu di luar kendali manusia,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya