BMKG Ingatkan Ancaman Siklon Tropis di Jawa, Bali, hingga Papua Jelang Natal dan Tahun Baru

Wilayah selatan Indonesia di antaranya Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumba, dan Pulau Rote.

oleh Tim NewsDiterbitkan 02 Desember 2025, 17:32 WIB
Seorang pria menggendong anaknya saat mengarungi banjir setelah hujan deras di permukiman Darul Imarah, pinggiran Banda Aceh, pada Kamis 27 November 2025. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani memprediksi bibit siklon tropis terbentuk di wilayah selatan Indonesia. Dia meminta masyarakat untuk waspada.

"Jadi sebenarnya sekarang kami juga lebih fokus untuk memprediksi terjadinya terbangkitnya bibit siklon di bagian selatan dari Indonesia. Itu yang akan kita hadapi di mendekati Nataru nanti," kata Faisal usai rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Wilayah selatan Indonesia di antaranya Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumba, dan Pulau Rote.

"Mulai dari bagian Selatan Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua bagian Selatan," ungkapnya.

Sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kata Faisal, sepanjang Desember ini diprediksi akan dilanda hujan dengan intensitas sedang.

"Biasanya hujan itu di tengah hari sampai dengan malam, sedang maupun mulai ringan sampai sedang," ucap Faisal.

Dampak Siklon Tropis

Siklon tropis menimbulkan dampak yang sangat besar pada tempat-tempat yang dilaluinya. Dampak ini bisa berupa angin kencang, hujan deras berjam-jam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi, dan gelombang badai (storm surge).

Siklon tropis di laut dapat menyebabkan gelombang tinggi, hujan deras dan angin kencang, mengganggu pelayaran internasional dan berpotensi untuk menenggalamkan kapal. Siklon itu juga dapat memutar air dan menimbulkan gelombang laut yang tinggi.

Di daratan, angin kencang dapat merusak atau menghancurkan kendaraan, bangunan, jembatan dan benda-benda lain, mengubahnya menjadi puing-puing beterbangan yang mematikan. Gelombang badai (storm surge) atau peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis merupakan dampak yang paling buruk yang mencapai daratan.

Menurut sejarah, 90% siklon tropis mematikan. Perputaran siklon tropis yang mencapai daratan dan vertical wind shear di sekelilingnya akan menghasilkan tornado. Tornado dapat juga dihasilkan sebagai akibat dari vortisitas di dinding mata siklon yang tetap bertahan hingga mencapai daratan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya