DPP GAN dan BPIP Satukan Langkah Bangkitkan Semangat Cinta Tanah Air Menuju Indonesia Emas 2045

Tanggal 2 Desember diperingati dengan berbagai momentum penting dunia, salah satunya komitmen global menghapus perbudakan modern. Selain itu ada hari apa lagi?

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 02 Desember 2025, 06:30 WIB
MOU antara BPIP dengan GAN dalam waktu dekat segera ditandatangani dan ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang menjadi tupoksi BPIP.

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anak Negeri (DPP GAN) menyatakan komitmennya mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan nilai-nilai Pancasila dan kebangkitan cinta tanah air menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr. Rima Agristina, S.H., S.E., M.M., beserta jajaran.

Audiensi tersebut menegaskan semangat kebangsaan sebagai landasan sinergi antara GAN dan BPIP untuk merespons berbagai tantangan kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi, sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Hari ini tanggal 22 Januari 2026 kami dari DPP GAN telah beraudensi dengan Wakil Kepala BPIP Dr.Rima Agristina,S.H,S.E,M.M beserta jajaran, banyak hal yang telah terurai dari pertemuan hari ini karena dilandasi semangat untuk memberi kontribusi bagi bangsa dan negara dengan membangkitkan kembali cinta tanah air berlandaskan falsafah negara Indonesia Pancasila," ujarnya, Kamis (22/1/2026)

Dalam pertemuan tersebut, GAN dan BPIP membahas kegelisahan bersama terhadap realitas persoalan bangsa, terutama semakin menurunnya semangat cinta tanah air di kalangan masyarakat akibat pengaruh globalisasi. 

Diskusi berlangsung dalam suasana tukar pikiran yang sarat nilai kebangsaan dan menghasilkan berbagai gagasan strategis yang akan dikonkretkan dalam bentuk program dan aksi nyata.

GAN menilai keteladanan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari kehidupan sehari-hari. Nilai toleransi dalam keberagaman, kecintaan terhadap produk dalam negeri, hingga penguatan kearifan lokal dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat jati diri bangsa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Teladan berpancasila dalam kehidupan sehari-hari harus menjadi cerminan untuk ditiru oleh generasi muda,” katanya.

Dorong Toleransi dan Cinta Produk Dalam Negeri

Selain penguatan ideologi, audiensi juga menyoroti pentingnya menumbuhkan toleransi dalam keberagaman serta menggalakkan penggunaan produk dalam negeri. Upaya tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap pengembangan UMKM dan ketahanan ekonomi nasional.

“Toleransi dalam keberagaman terus dipupuk dan ditumbuh kembangkan,semangat mencintai produk dalam negeri harus terus digelorakan karena dampaknya sangat nyata buat pengembangan UMKM dan ekonomi nasional," ujarnya.

GAN juga menekankan pentingnya pengenalan budaya Nusantara kepada generasi muda, mulai dari kuliner, permainan tradisional, hingga tokoh-tokoh nasional dari seluruh daerah sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

“Pengenalan kuliner Nusantara,Permainan anak-anak lokal daerah,pengenalan tokoh nasional dari seluruh Nusantara dengan adat istiadat dan sejarah nasionalnya masing-masing sebagai kearifan lokal dan warisan budaya nasional harus terus digelorakan untuk mengantar Indonesia ke gerbang emas 2045.”

Pertemuan tersebut menjadi titik awal sinergi dan kolaborasi antara GAN dan BPIP dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kemandirian bangsa di berbagai sektor.

Persinggungan nilai untuk berbuat bagi bangsa ini telah membawa GAN dan BPIP untuk bersinergi dan berkolaborasi termasuk mencari dan menemukan tokoh-tokoh inspiratif yang selama ini tak dikenal untuk diberikan apresiasi dan terus disupport.

"Bangsa ini tidak akan kehabisan tokoh teladan untuk selalu berbuat yang terbaik, pusaka Merah Putih akan terus dikibarkan ditengah arus global yang semakin tidak menentu," jelasnya.

Ajak Seluruh Elemen Bangsa Berkhidmat untuk Negeri

Sebagai penutup, GAN mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus berkhidmat dengan semangat cinta tanah air demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Progam AstaCita bapak Prabowo untuk mandiri dalam segala hal harus diwujudkan. Mari semua komponen bangsa untuk berkhidmat dengan semangat cinta tanah air, jangan pernah lelah mencintai negeri ini, Salam Garuda Asta Cita Nusantara," pungkasnya.

Viral! Danau Menjer Wonosobo Berubah Jadi Kawasan Komersial, Warga Sebut Tak Ada Izin

Danau Telaga Menjer di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo,

Sebuah video viral yang memperlihatkan kawasan Danau Telaga Menjer di Desa Maron, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, kembali memantik keprihatinan publik. Kemarin, Selasa (20/01/2026).

Rekaman udara yang diambil menggunakan drone menampilkan deretan bangunan villa komersial berdiri kokoh di sekitar tebing dan sempadan danau.

Menurut tokoh daerah dan juga Ketua Yayasan JATUBU (Jagat Tunas Bumi), bahwa Kawasan yang dulunya dikenal sebagai zona konservasi dan resapan air kini berubah drastis menjadi area padat bangunan permanen. Keindahan panorama memang tetap tersaji, namun di baliknya, mengintai ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan dan stabilitas tanah di sekitar danau. Kata Mantep Abdul Ghoni, 

Lanjut Ghoni, Warga melaporkan sebagian besar bangunan tersebut diduga tidak mengantongi izin resmi, bahkan berdiri di atas kawasan sempadan danau serta lahan resapan air, wilayah yang secara ekologis seharusnya dilindungi dari aktivitas komersial. Ironisnya, pembangunan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Pantauan terbaru menunjukkan kondisi tanah di tebing bawah sejumlah villa telah mengalami pengikisan dan longsor. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana lingkungan dan membahayakan keselamatan masyarakat di sekitarnya.

"Tentu Masyarakat mempertanyakan sikap dan fungsi pengawasan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, khususnya dinas terkait, yang terkesan membiarkan pembangunan sedikitnya 56 villa di kawasan yang seharusnya dijaga kelestariannya," Terangnya.

Mereka juga mendesak Kementerian PUPR RI untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap izin bangunan dan kajian lingkungan (AMDAL). Jika terbukti melanggar, para pelaku pembangunan dapat dijerat dengan: Pasal 69 ayat (1) huruf a. Pasal 98 Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.

Masyarakat berharap seluruh instansi terkait tidak lagi menutup mata, dan segera mengambil langkah konkret demi menyelamatkan ekosistem Danau Menjer dari kerusakan permanen.

DPP dan DPW GAN (Garuda Astacita Nusantara ikut mendukung upaya sepenuhnya Jatubu untuk mengawal sepenuhnya terkait persoalan lingkungan di Wonosobo.

Kalender Hijriah Desember 2025 Kemenag. (Foto: Kemenag RI)

Tanggal 2 Desember diperingati sebagai momentum penting di berbagai belahan dunia. Mulai dari isu kemanusiaan, lingkungan, teknologi, hingga konservasi satwa, hari ini diisi dengan refleksi serta ajakan untuk meningkatkan kesadaran global.

Beberapa peringatan bahkan memiliki akar sejarah panjang, termasuk keputusan penting PBB dan perjanjian internasional.

Hari ini, Selasa (2/12/2025) dunia memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan, yang menegaskan komitmen global menghapus praktik perbudakan modern seperti perdagangan manusia, eksploitasi seksual, pekerja anak, hingga perkawinan paksa.

Meski telah ilegal di seluruh dunia, jutaan orang masih terjebak dalam berbagai bentuk eksploitasi.

Di bidang lingkungan, masyarakat dunia memperingati Hari Pencegahan Polusi Sedunia. Momentum ini mendorong aksi kolektif dalam menghadapi ancaman polusi udara dan kerusakan ekosistem, sekaligus menekankan bahwa perubahan nyata dimulai dari langkah sederhana setiap individu.

Masih pada tanggal sama, akses digital dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami teknologi, terutama di negara berkembang.

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada tanggal 2 Desember, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan

Ilustrasi praktik perbudakan di Brazil - AP

Dilansir Liputan6.com dari National Today, Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan diperingati setiap 2 Desember sebagai bentuk komitmen global untuk menghapus segala bentuk perbudakan modern.

Pada tanggal ini tahun 1949, Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi untuk Pemberantasan Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Prostitusi Orang Lain, yang menjadi landasan gerakan anti-perbudakan modern di seluruh dunia.

Fokus hari ini tidak lagi pada perbudakan klasik seperti era trans-Atlantik, tetapi pada praktik-praktik perbudakan modern yakni perdagangan manusia, eksploitasi seksual, pekerja anak, perkawinan paksa, jeratan utang, hingga perekrutan anak-anak dalam konflik bersenjata.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan 40 juta orang masih hidup dalam perbudakan modern. Meski ilegal di seluruh dunia, kenyataannya praktik ini terus berlangsung, terutama di wilayah konflik dan negara berpenghasilan rendah.

Peringatan ini juga berbeda dari Hari Internasional untuk Mengenang Perdagangan Budak dan Penghapusannya, yang menyoroti sejarah kelam perbudakan masa lampau.

Hari Pencegahan Polusi Sedunia

Lansekap gedung bertingkat serta pemukiman penduduk yang tertutup kabut terlihat di kawasan Jakarta, Senin (16/12/2019). Besarnya gas buang kendaraan serta minimnya RTH menyebabkan DKI Jakarta menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Dilansir Liputan6.com dari National Today Hari Pencegahan Polusi Sedunia diperingati setiap 2 Desember untuk meningkatkan kesadaran global terhadap bahaya polusi dan dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, serta perubahan iklim.

Gerakan-gerakan seperti Fridays for Future telah mengangkat isu polusi ke panggung internasional, namun peringatan ini menegaskan bahwa perubahan dimulai dari tindakan kecil setiap individu yakni menanam pohon, mengurangi plastik, membuang sampah pada tempatnya, dan mendaur ulang.

Polusi udara menjadi ancaman terbesar. Berbagai penelitian menunjukkan lonjakan signifikan masalah kesehatan yang dipicu kualitas udara buruk, terutama di negara-negara berkembang. 

WHO bahkan menerapkan standar ketat bagi negara-negara seperti India, Bangladesh, hingga Indonesia.

Peringatan ini menegaskan bahwa planet yang sehat tidak dapat dicapai jika hanya mengandalkan pemerintah, masyarakat harus bergerak bersama.

Hari Konvensi Paus

Ilustrasi Paus Bowhead (sumber: pixabay)

Dilansir Liputan6.com dari International Whaling Commission, Tanggal 2 Desember juga diperingati sebagai Hari Konvensi Paus, merujuk pada penandatanganan Konvensi Internasional untuk Peraturan Perburuan Paus pada 2 Desember 1946, yang melahirkan International Whaling Commission (IWC).

Konvensi tersebut menjadi tonggak upaya dunia dalam mengatur perburuan paus, mencegah eksploitasi berlebihan, dan memastikan kelestarian spesies paus. 

Melalui regulasi perburuan yang ketat, IWC berupaya menjaga populasi paus agar tetap berkelanjutan dan terlindungi dari ancaman kepunahan.

Hari Literasi Komputer Sedunia

penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di ITS Surabaya. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Dilansir Liputan6.com dari National Today Hari Literasi Komputer Sedunia diperingati setiap 2 Desember dan pertama kali digagas pada 2001 oleh perusahaan teknologi India, NIIT, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-20. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan literasi komputer, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang saat itu memiliki akses lebih rendah terhadap teknologi.

Hari ini menyoroti pentingnya pemerataan akses digital di era modern sekaligus mengingatkan bahwa masih banyak kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya melek teknologi.

Perjalanan literasi komputer sendiri dapat ditelusuri hingga abad ke-19, saat Charles Babbage merancang Mesin Diferensi, cikal bakal komputer modern. 

Kini, perkembangan teknologi telah membawa kita pada perangkat ringkas yang dapat digenggam, namun literasi digital tetap menjadi tantangan besar di banyak negara berkembang.

INFOGRAFIS JOURNAL_Digitalisasi Teknologi Membuat Adanya Perubahan Transaksi Pembayaran  (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya