Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) prediksi produksi beras nasional sepanjang 2025 akan mengalami peningkatan yang signifikan. BPS memprediksi produksi beras setara konsumsi pada periode Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,79 juta ton, atau naik 13,06% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 30,62 juta ton.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan kenaikan produksi beras tersebut tak lepas dari pertumbuhan produksi gabah dan perluasan panen pada awal tahun. Sepanjang sub-round 1, yakni Januari hingga April, panen padi menunjukkan lonjakan yang menjadi penopang utama proyeksi produksi beras 2025.
Advertisement
"Potensi produksi beras sepanjang Januari-Desember diperkirakan mencapai 34,79 juta ton atau naik 13,06% yoy. Ini utamanya disumbangkan oleh peningkatan sub-round 1 sebesar 26,54% yoy,” tutur Pudji dalam Konferensi Pers, Senin (1/12/2025).
BPS mencatat produksi beras setara konsumsi pada Oktober 2025 diperkirakan mencapai 2,72 juta ton. Sementara untuk periode November 2025 hingga Januari 2026, produksi beras diproyeksikan mencapai 5,11 juta ton, atau tumbuh 21,25% secara tahunan.
Didorong Perluasan Panen dan Produksi GKG
Proyeksi tersebut dilihat dari luas panen padi di Oktober mencapai 0,86 juta hektar, atau meningkat 4,44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Untuk periode November hingga Januari tahun depan, potensi luas panen diprediksi mencapai 1,61 juta hektar melonjak 21,51% secara yoy.
“Dengan demikian, potensi luas panen sepanjang Januari-Desember diperkirakan 11,36 juta hektar atau naik 13,03% secara yoy. Peningkatan potensi luas panen Januari-Desember ini utama disumbang oleh naiknya luas panen di sub-putaran 1 yaitu Januari-April yang naik 25,82% yoy,” ujar Pudji
Potensi Produksi
Sejalan dengan peningkatan luas panen tersebut, produksi padi pada Oktober diperkirakan mencapai 4,72 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), naik 3,53% dibanding Oktober tahun lalu.
Adapun potensi produksi pada November hingga Januari diproyeksikan sebesar 8,87 juta ton GKG, tumbuh 21,31% yoy.
"Dengan demikian, potensi produksi padi sepanjang Januari-Desember diperkirakan akan mencapai 60,37 juta ton GKG. Naik 13,61% yoy,” imbuh Pudji.
Kenaikan potensi produksi GKG ini terutama berasal dari peningkatan signifikan pada sub-round 1 yang tumbuh 26,57% yoy.
Pemerintah Target Produksi Beras Tembus 34,77 Juta Ton
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan target produksi beras nasional pada 2026 mencapai 34,77 juta ton sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan dan menjaga keberlanjutan swasembada nasional.
"Pada tahun 2026 Kementerian Pertanian menargetkan produksi komunitas utama beras mencapai 34,77 juta ton," kata Mentan Amran dikutip dari Antara, Senin (24/11/2025).
Amran menyebutkan berdasarkan data Kerangka Sampel Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS), produksi beras Januari-Desember 2025 diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen dari target yang diberikan 32 juta ton.
"Jadi ada kenaikan 2,7 juta ton dari target yang diberikan (di 2025)," kata Mentan.
Menurutnya kenaikan produksi mencapai 2,7 juta ton tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kuat dalam memenuhi kebutuhan beras nasional sekaligus menjaga kestabilan harga di seluruh wilayah.
Stok Beras Nasional
Amran juga menyebut stok beras nasional pernah menyentuh angka 4,2 juta ton, yang menunjukkan peningkatan produksi jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal pemerintah pusat.
Sementara itu, berdasarkan proyeksi lembaga riset Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA), turut memperkuat optimisme karena memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024-2025 mencapai 34,6 juta ton.
Keyakinan serupa disampaikan Food and Agriculture Organization (FAO) yang memprediksi produksi beras nasional dapat menembus 35,6 juta ton pada 2025, menunjukkan swasembada semakin kuat dan berkelanjutan.