Freeport Indonesia Gelontorkan Investasi USD 1 Miliar per Tahun

Freeport Indonesia secara konsisten menggelontorkan investasi sekitar USD 1 miliar per tahun, di luar belanja domestik yang mencapai total OPEX dan CAPEX USD 4–5 miliar.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 28 November 2025, 14:15 WIB
PT Freeport Indonesia terus melakukan penanaman kembali (revegetasi) sebagai bagian dari proses reklamasi di kawasan tambang terbuka Grasberg yang telah ditutup sejak 2020. Foto: Nurmayanti/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta PT Freeport Indonesia (PTFI) siap menjadi motor investasi nasional untuk kejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% di era Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkapkan terus berperan sebagai salah satu pendorong utama investasi nasional. Ia mengatakan, perusahaan secara konsisten menggelontorkan investasi sekitar USD 1 miliar per tahun, di luar belanja domestik yang mencapai total OPEX dan CAPEX USD 4–5 miliar.

"Kami kan memang terus melakukan investasi. Setiap tahun kami, investasi kami itu kira-kira sekitar USD 1 miliar. Belum termasuk belanja dalam negeri kami ya. OPEX dan CAPEX kami itu total kira-kira USD 4-5 miliar itu kan hampir Rp 80 triliun ya," kata Tony saat ditemui di acara PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang Selatan, ditulis Jumat (28/11/2025).

Menurut Tony, keberadaan tambang menjadi salah satu driver utama pertumbuhan ekonomi di kawasan timur, terutama Papua. Efek berganda dari operasi Freeport juga dirasakan di berbagai lapisan, mulai dari rantai pasok lokal hingga kontribusi perpajakan dan belanja barang dalam negeri.

"Jadi, tentu saja ini menjadi, apalagi untuk Papua, penggerak, salah satu driver penggerak pertumbuhan ekonomi di Papua adalah keberadaan tambang," ujarnya.

Kata Tony, kontribusi yang besar, Freeport menilai sektor pertambangan tetap menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk mendorong investasi, memperkuat industri, dan meningkatkan kapasitas ekonomi nasional.

 

Pertumbuhan 8% 2029 Dinilai Realistis

Saham Freeport bisa didapatkan secara gratis. Benarkah? (foto: dok. Inalum)

Pemerintah menargetkan investasi nasional mencapai Rp 1.600 triliun tahun ini, dan Tony menyebut realisasi kuartal III sudah berada di kisaran 70–75%.

Dengan tren ini, ia menilai target akhir tahun sangat mungkin tercapai. Bahkan untuk tahun-tahun berikutnya, kenaikan target investasi dianggap sebagai tantangan yang realistis dan perlu dikejar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

"Tentu saja memang target investasi dari pemerintah kan adalah sekitar Rp 1.600 triliun. Kalau menurut laporan yang saya baca, di kuartal ketiga ini sudah mencapai sekitar 70-75%, jadi sangat mungkin untuk bisa tercapai sepenuhnya di kuartal keempat ini," ujarnya.

 

Investasi Driver Utama Pertumbuhan Ekonomi

Tambang Grasberg PT Freeport Indonesia. Foto: Liputan6.com/Ilyas Istianur P

Tony menekankan bahwa investasi merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi, selain konsumsi rumah tangga, ekspor, dan penguatan industri manufaktur.

Ia merujuk pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang yang menyebut manufaktur sebagai “pull factor” dalam mendorong percepatan ekonomi.

"Karena salah satu driver utama dalam pertumbuhan ekonomi adalah investasi. Domestic consumption maksudnya konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan juga tadi Pak Agus (Menperin) bilang adalah industri manufaktur ya, pertumbuhan industri manufaktur akan menjadi pull factor dari pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya