Menkeu Purbaya Bakal Pelototi Ketentuan Negosiasi Utang Whoosh dengan China

Menkeu Purbaya mengaku belum dilibatkan dalam negosiasi utang Whoosh dengan China. Namun ia memastikan akan mempelajari dengan seksama jika dilibatkan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 26 November 2025, 20:20 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025). (Liputan6.com/Arief)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) ingin menilik lebih jauh ketentuan dalam negosiasi utang kereta cepat Whoosh dengan pihak China. Dia ingin hasilnya menguntungkan buat Indonesia.

Hal tersebut diungkap Purbaya ketika ditanya mengenai perkembangan rencana negosiasi utang Whoosh. Dia mengaku belum mengetahui apakah akan dilibatkan dalam negosiasi tersebut.

"Saya belum tahu dibawa apa enggak. Tapi kelihatannya, kalau emang tetap harus terlibat, saya mau lihat term-nya seperti apa. Jadi mengamankan term buat kita juga, buat pemerintah Indonesia juga," jata Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Ketika ditanya mengenai peluang masuknya anggaran negara dalam skema pembayaran utang Whoosh, dia mengaku masih menunggu hasil negosiasi nanti.

"Itu saya enggak tahu. Nanti kita lihat negosiasinya seperti apa, kan masih negosiasinya," ujar dia.

Sementara itu, terkait usulan skema public service obligation (PSO) dalam operasional Whoosh, Purbaya menyebut itu jadi kewenangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Kalau enggak salah itu yang bagian infrastrukturnya pemerintah karena di dunia juga seperti itu. Tapi kita masih lihat juga dengan Cina seperti apa hasil negosiasinya nanti. Jadi belum putus, belum. Makanya mau ke sana, ke China," jelas Purbaya.

 

Bos Danantara Matangkan Proposal

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani dalam PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/11/2025). (Liputan6.com/Tira)

Sebelumnya, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, buka suara soal rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk ikut ke China bersama tim negosiasi dalam pembahasan lanjutan soal utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Rosan memastikan komunikasi intens terus dilakukan dengan Menkeu Purbaya terkait penyelesaian utang Whoosh.

"Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya. Kita duduk dan kita sedang ini juga untuk memastikan bahwa nanti kita ke China-nya, kita sudah matang proposal ke China nya kita komunikasi terus,” kata Rosan saat ditemui usai menghadiri PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/11/2025).

 

Bakal Ajak Menkeu Purbaya

CEO BPI Danantara Rosan Roeslani saat menghadiri PLN CEO Forum, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (26/11/2025). (Foto: Liputan6.com/Tira Santia)

Rosan mengungkapkan, sebelum rombongan utama berangkat, tim advance sudah lebih dulu dikirim ke China untuk membahas detail teknis bersama mitra setempat.

"Kita tentunya akan kirim tim advance dulu untuk bicara dengan tim dari China, itu sudah berjalan. Tapi nanti gongnya mungkin saya dengan Pak Purbaya,” ujarnya.

Langkah ini disebut penting agar pertemuan tingkat tinggi nantinya berlangsung efektif dan menghasilkan keputusan yang solid terkait restrukturisasi atau penyelarasan utang KCJB.

 

Jadwal Keberangkatan ke China

Ketika ditanya kemungkinan keberangkatan dilakukan pada Desember tahun ini. Rosan belum memberikan tanggal pasti. Namun, ia menegaskan bahwa proses dipercepat dan diupayakan terjadi dalam waktu dekat.

"Insya Allah secepatnya terbaik,” katanya.

Adapun rencana pertemuan ini menjadi momentum penting bagi penyelesaian pembiayaan proyek KCJB yang menjadi salah satu proyek transportasi strategis nasional, khususnya terkait porsi utang dan skema pelunasannya antara Indonesia dan China.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya