Pembunuhan Alvaro Kiano, Tabir Gelap Terungkap Berkat Curhat Keponakan Pelaku

Pembunuhan Alvaro Kiano sangat tragis. Dia sempat menghilang 8 bulan sebelum akhirnya tinggal tulang belulang.

oleh Rio Ferdinand Muhammad Eka PutraDiterbitkan 25 November 2025, 18:00 WIB
Muhammad Reza, pelapor pembunuhan Alvaro (Foto: Rio/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Kisah hidup Alvaro Kiano Nugroho begitu tragis. Bocah 6 tahun ini meregang nyawa dengan cara mengenaskan. Pelaku pembunuhan Alvaro ayah tirinya. Setelah hilang sejak Maret, anak kecil itu malah ditemukan tinggal kerangka.

Tabir kematian Alvaro terungkap berbekal dari rekaman seadaanya. Perbincangan antara dua anak SMA. Satu orang merupakan keponakan dari pelaku, dan satu lainnya adalah anak dari ART yang bekerja untuk seorang pria bernama Muhammad Reza. Atas nama kemanusiaan, Reza memberanikan diri melaporkan informasi yang diterimanya ke polisi.

"Sebenarnya ini dari cerita awal, memang dari saksi, memang cerita kepada yang kerja di saya," kata Muhammad Reza saat ditemui awak media, di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).

Hari ini, Reza bersama istrinya secara khusus datang ke rumah Alvaro. Dia menyampaikan belangsungkawa secara langsung untuk keluarga Alvaro.

Awal Mula Reza Dapat Info Pembunuhan Alvaro

Foto Alvaro Kiano Nugroho. (Foto: Istimewa).

Reza menuturkan, cerita awal mengenai dugaan pembunuhan Alvaro dia dengar dari ART-nya. Kebetulan, anak ART yang bekerja di rumahnya satu sekolah dengan keponakan pelaku. Mereka sama-sama murid SMA.

"Jadi anaknya yang kerja di rumah saya atau anak ART saya diceritakan oleh temannya. Temannya itu keponakan dari tersangka," kata Reza.

Keponakan pelaku menceritakan soal adanya informasi pembunuhan. Sembari menunjukkan kabar di media sosial, keponakan pelaku juga menyebut nama korban yang dibunuh adalah Alvaro. Pembicaraan itu kemudian direkam.

"Ya, (ceritanya) ada kejadian bahwa om saya melakukan pembunuhan terhadap seorang anak. Anaknya siapa? Ditunjukkan di media sosial, ini loh anaknya namanya Alvaro Nugroho," sambungnya. Oleh anak ART, pengakuan itu diceritakan ke ibunya. Sang ibu yang bekerja di rumah Reza kemudian menceritakan pada majikannya.

Reza mengaku sudah mendengar kabar adanya pembunuhan itu sejak September 2025 lalu. Tetapi, Reza tak langsung melapor ke polisi karena takut dan tidak punya bukti kuat.

“Jadi sebenarnya kita sudah tahu dari bulan September, cuma keberanian saya untuk melaporkan masih takut melaporkan, saya nggak ngerti detailnya. Akhirnya kemarin seminggu yang lalu saya berani melaporkan,” katanya.

Hubungan Reza dengan Pihak Tersangka

Reza memastikan tidak pernah mengenal tersangka. Tetapi, katanya, adik tersangka memang tinggal di kompleks perumahan yang sama dengan dirinya. Istri dari adik pelaku lah yang bekerja di rumahnya sebagai ART.

“Kenal sama pelaku enggak, tapi adiknya itu tinggal di perumahan saya, satu komplek dengan saya,” katanya.

Alasan Berani Membuat Laporan Polisi

Reza menegaskan bahwa dorongan kemanusiaan membuatnya tidak bisa tinggal diam dengan kematian Alvaro yang sudah delapan bulan dikira menghilang.

“Karena saya merasa kasihan, rasa kemanusiaan saya tergerak,” katanya.

Saat melapor ke polisi, ia membawa sejumlah bukti pendukung.

“Oh iya dong, saya bawa bukti-bukti, terakhir saya bawa saksi. Rekaman pembicaraan dengan ART, sama anak-anaknya yang diceritain. CCTV tidak ada. Dari bukti-bukti kecil itu terungkaplah siapa pelakunya,” ujarnya.

Reza memastikan tidak ada ancaman kepada anak ART-nya maupun keponakan pelaku setelah mendengar cerita itu.

“Ancaman tidak ada, cuma karena mereka kawan baik, satu kelas ya, tidak ada ancaman,” tuturnya.

Infografis Jalan Panjang Alvaro Hilang hingga Ditemukan Meninggal Dunia. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya