Hari ke-10 Operasi SAR Longsor Banjarnegara: 16 Orang Masih Hilang, Pencarian Difokuskan di Sektor C

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, hari ini adalah hari ke-10 sekaligus hari terakhir operasi SAR.

oleh Edhie Prayitno IgeDiterbitkan 25 November 2025, 11:10 WIB
Hari ke-10 pencarian korban longsor di Dusun Kalibening, Desa Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Edhie)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Basarnas menyampaikan bahwa Selasa, 25 November 2025, menandai hari ke-10 operasi pencarian 16 warga yang masih hilang akibat bencana tanah longsor di Dusun Kalibening, Desa Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Longsor yang terjadi pada malam 15 November 2025 ini telah menewaskan 12 orang yang tertimbun material longsor, sementara 16 korban lainnya belum terdeteksi. Kejadian ini juga menyebabkan 87 orang mengungsi dan 31 unit rumah tertimbun total.

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, hari ini adalah hari ke-10 sekaligus hari terakhir operasi SAR.

"Fokus operasi di sektor C, yaitu bagian paling bawah atau ‘lidah longsoran’ yang memiliki ketebalan material lebih dari 10 meter hingga 25 meter di beberapa titik,” kata Abdul Muhari.

Data BNPB per 25 November 2025 pukul 07.00 WIB, operasi ini melibatkan 900 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan instansi terkait.

Selain itu ada 25 unit alat berat, alat pendukung seperti alton untuk mengurai material longsor, serta tiga unit anjing pelacak (K9) untuk mendeteksi keberadaan korban di area seluas 10 hektare.

"Pengurasan air juga terus dilakukan melalui pembuatan sodetan, sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama TNI AU melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mencegah hujan di area bencana, sehingga proses pencarian dapat berlangsung lebih aman dan efektif," katanya.

 

Kondisi Medan

Hari ke-10 pencarian korban longsor di Dusun Kalibening, Desa Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Liputan6.com/Edhie)

Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Kelas A Semarang, Budiono, menyebut bahwa medan pencarian masih sangat labil dengan tanah berlumpur dan kandungan air tinggi, yang menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

“Materialnya sangat banyak, tebal, dan dalam. Kedalaman dasar mencapai 20 meter, sementara area pencariannya sangat luas mencapai 10 hektare. Itu salah satu tantangan utama yang kami hadapi setiap hari,” kata Budiono.

Budiono juga menyebutkan bahwa meskipun pencarian di sektor A dan B telah selesai dengan seluruh material diurai, hasil di hari ke-9 kemarin masih nihil.

“Kami tetap optimis dan semangat melakukan pencarian,” kata Budiono.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama BNPB, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan forkopimda menggelar pertemuan kekeluargaan dengan keluarga korban di posko utama Kantor Kecamatan Pandanarum. Pertemuan tersebut bertujuan memberikan pendampingan psikologis, doa bersama, serta mempersiapkan keluarga menghadapi hasil dari operasi SAR hari terakhir, di mana harapan tetap menggantung meskipun keluarga menyatakan keikhlasan jika upaya terakhir tidak membuahkan hasil.

 

Evaluasi Lapangan

BNPB dan Basarnas menegaskan bahwa keputusan penutupan operasi SAR didasarkan pada evaluasi lapangan setelah pencarian intensif di tiga sektor, dengan seluruh proses dijalankan secara profesional, maksimal, dan penuh dedikasi.

“Apapun hasilnya hari ini, kami pastikan seluruh proses telah dilakukan secara profesional, maksimal, dan penuh dedikasi. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia,” kata Abdul Muhari.

Banjir dan longsor terjadi di Jawa Tengah bagian selatan (liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya