Kenali Tanda-Tanda Remaja Alami Gangguan Mental, Mulai dari Mudah Marah hingga Langgar Aturan

Perundungan ganggu kesehatan mental remaja, pastikan mereka sehat mental.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 25 November 2025, 10:28 WIB
Kasus Perundungan Bermunculan, Kesehatan Mental Remaja Berada di Titik Mengkhawatirkan. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta Psikiater Riati Sri Hartini mengatakan persoalan kesehatan mental remaja tengah berada di titik mengkhawatirkan. Terutama seiring menjamurnya kasus perundungan (bullying) yang terjadi di berbagai daerah.

Untuk itu, memahami karakter dan fase perkembangan remaja menjadi kunci penting dalam menangani krisis kesehatan mental yang semakin nyata.

“Remaja merupakan masa transisi antara kanak-kanak dan dewasa. Pada fase ini, seseorang mengalami perubahan besar pada aspek fisik, mental, emosional, dan sosial. Masa ini dikenal sebagai periode pencarian jati diri. Remaja mulai memahami siapa dirinya dan perannya dalam masyarakat,” kata dosen Fakultas Kedokteran (FK) IPB University mengutip keterangan resmi, Senin (24/11/2025).

Beberapa waktu ini, sambung Riati, dunia maya ramai akan beragam kasus perundungan. Tragedi remaja di Sukabumi yang mengakhiri hidupnya akibat tekanan teman sebaya, kasus santri di Aceh yang membakar pesantrennya karena tidak tahan dirundung, hingga peristiwa mengejutkan di salah satu sekolah di Jakarta ketika korban perundungan meledakkan bom rakitan.

Menurut Riati, konsep sehat jiwa masih sering disalahartikan. Banyak yang menganggap sehat mental berarti tidak ada gangguan kejiwaan. Padahal, World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai kondisi sejahtera secara fisik, mental, dan sosial.

“Dalam konteks remaja, sehat mental berarti mampu mengenali dan mengelola emosi, menjalin hubungan positif, serta beradaptasi terhadap tekanan hidup,” tuturnya.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa juga menegaskan bahwa individu yang sehat mental mampu berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial, menyadari kemampuan diri, serta bekerja secara produktif.

 

Tanda Gangguan Mental Remaja

Menurut Riati, gangguan kesehatan mental pada remaja dapat muncul melalui berbagai tanda. Seperti menarik diri dari lingkungan sosial, munculnya pikiran negatif berkepanjangan, mudah marah, melanggar aturan, hingga keluhan fisik tanpa sebab jelas.

Pada beberapa kasus, remaja menggunakan rokok, alkohol, atau obat-obatan untuk meredakan stres.

Penyebabnya bersifat multifaktor. Tekanan teman sebaya, pencarian identitas diri, pengaruh media sosial, norma gender, hubungan keluarga yang tidak harmonis, hingga kekerasan di lingkungan sekitar dapat menjadi pemicu utama stres pada remaja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat gangguan emosional, gangguan perilaku, gangguan pola makan, psikosis, hingga perilaku menyakiti diri sebagai beberapa masalah mental yang banyak ditemukan pada kelompok usia ini.

 

Remaja Sehat Mental Bukan Berarti Tidak Memiliki Masalah

Riati menegaskan bahwa remaja sehat mental bukan berarti tidak memiliki masalah, tapi mampu menghadapi tantangan hidup dengan bijak.

Ia memaparkan sejumlah ciri remaja dengan kesehatan mental yang baik. Yakni mereka mampu menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat, menunjukkan empati, berpikir positif, merasa bahagia, menerima diri sendiri, serta mampu menjalankan perannya sebagai makhluk Tuhan.

“Kesehatan mental remaja adalah fondasi penting bagi terbentuknya generasi yang tangguh di masa depan. Bila sejak dini mereka belajar mencintai diri sendiri dan berani meminta bantuan ketika membutuhkan, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat dan produktif,” katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya