Kemenag: Harmoni Antaragama Perlu Aksi Nyata, Bukan Sekadar Dialog

Zayadi berharap, generasi muda lintas agama yang hadir menjadi penggerak harmoni sosial di komunitas masing-masing

oleh Liputan6.comDiterbitkan 23 November 2025, 23:34 WIB
Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Ahmad Zayadi saat menutup Interfaith Harmony Camp 2025. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Interfaith Harmony Camp 2025 resmi ditutup dengan prosesi penanaman pohon dan pembacaan deklarasi lintas agama dan organisasi kepemudaan, Sabtu (22/11/2025). Penutupan ini menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat toleransi, dialog, dan aksi nyata lintas iman di tingkat komunitas.

Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang tumbuh bagi jejaring kolaboratif yang bisa dilanjutkan di daerah masing-masing.

“Harmoni antarumat beragama harus terus dirawat melalui aksi nyata yang membumi dan dekat dengan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Zayadi, penanaman pohon dipilih sebagai simbol ekoteologi yang memadukan nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Ketika kita menjaga lingkungan, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan kemanusiaan. Ini menjadi pesan sekaligus komitmen bersama,” katanya.

Ia berharap generasi muda lintas agama yang hadir menjadi penggerak harmoni sosial di komunitas masing-masing. “Di tangan anak muda, harmoni antarwarga bangsa akan menemukan bentuk kreatif dan solutif,” ujarnya.

Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi, mengatakan Interfaith Harmony Camp merupakan bagian dari agenda nasional The Wonder of Harmony 2025.

“Kita menyaksikan bagaimana dialog dapat melahirkan rasa saling percaya di antara generasi muda lintas agama,” ucapnya.

 

Komitmen Jaga Nilai-Nilai Kebangsaan

Zayadi menambahkan, sesi diskusi, group challenge, dan praktik ekoteologi dirancang untuk mengasah kepekaan sosial serta kemampuan kepemimpinan peserta.

“Simbol penanaman pohon sederhana, tetapi pesannya kuat: kita bertemu, berdialog, lalu menanam kebaikan bersama,” tambahnya.

Deklarasi yang dibacakan pada akhir kegiatan berisi komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama melalui dialog dan kerja sama sosial.

Peserta juga menyatakan komitmen untuk merawat lingkungan hidup melalui prinsip ekoteologi, menjunjung solidaritas kemanusiaan tanpa diskriminasi, dan mendorong lahirnya program kolaboratif lintas agama terkait isu lingkungan, perdamaian, dan kohesi sosial di daerah masing-masing.

Kementerian Agama memastikan akan terus menghadirkan ruang dialog lintas agama yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan sebagai upaya menjaga persatuan bangsa.

Infografis Journal_ Kerugian Ekonomi Akibat Sampah Sisa Makanan Capai Rp 500 Triliun per tahun (Liputan6.com/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya