Ruben Amorim Terapkan Jadwal Latihan Ketat di Manchester United Meski Tanpa Agenda Eropa

Meski Manchester United tak memiliki jadwal Eropa musim ini yang secara teori memberi ruang istirahat lebih panjang, Amorim justru menerapkan program latihan yang lebih padat dari kebanyakan klub Premier League.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 23 November 2025, 23:42 WIB
Pelatih kepala Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi dalam pertandingan Liga Inggris melawan Tottenham Hotspur di London, Inggris, Sabtu (8/11/2025). (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester United, Ruben Amorim, menunjukkan standar tinggi sejak hari pertama memimpin. Meski Setan Merah tak memiliki jadwal Eropa musim ini yang secara teori memberi ruang istirahat lebih panjang, Amorim justru menerapkan program latihan yang lebih padat dari kebanyakan klub Premier League.

Menurut laporan The Times, skuat United berlatih enam hari dalam sepekan. Senin menjadi satu-satunya hari libur. Sejauh ini, hanya sekali Amorim memberikan dua hari libur penuh kepada para pemain.

Keputusan itu mencerminkan ambisi manajer asal Portugal tersebut untuk mempercepat proses pembenahan setelah kampanye buruk musim lalu.


Membangun Ulang Manchester United Lewat Intensitas

Manajer Manchester United, Ruben Amorim, terpilih sebagai Manajer Terbaik Premier League edisi Oktober. (dok. Premier League)

Amorim datang dengan filosofi bermain yang jelas dan sistem yang kompleks, sehingga ia menuntut pemain memahami detail taktik secara menyeluruh. Karena itu, frekuensi latihan tinggi dianggap penting untuk mempercepat adaptasi.

Dalam situasi normal, jadwal mingguan United di bawah Amorim adalah sebagai berikut:

Senin: Libur

Selasa: Sesi berat

Rabu: Lebih dari dua jam latihan intens

Kamis: Sesi pemulihan

Jumat: Latihan singkat berbasis taktik

Sabtu: Hari pertandingan

Minggu: Pemulihan

Namun yang paling unik, Amorim lebih memilih pendekatan langsung ketimbang sesi video berjam-jam. Ia bahkan mengaku sering “menggiring” pemain secara fisik ke posisi-posisi yang seharusnya.

“Saya pernah jadi pemain. Video lebih dari 12 menit? Lupakan! Mereka pasti kehilangan konsentrasi,” ujar Amorim. “Jadi daripada hanya menonton video, kami melakukannya dengan berjalan dan jogging di lapangan. Tentu ada sedikit video juga, tapi praktik langsung lebih efektif.”


Keuntungan Manchester United Tanpa Tanggung Jawab Eropa

Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memberi isyarat selama pertandingan Premier League Inggris antara Manchester United dan Brighton and Hove Albion di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 25 Oktober 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Di saat klub-klub rival seperti Chelsea, Newcastle, Tottenham, Aston Villa, dan Liverpool harus membagi fokus dengan kompetisi Eropa tiap tengah pekan, United justru memiliki ritme lebih ringan.

Meski demikian, Amorim tetap memaksimalkan waktu tersebut untuk memperkuat fondasi tim.

Keputusan ini bukan hanya soal pembenahan jangka pendek. Jadwal intens dipercaya menjadi modal penting untuk mempersiapkan United kembali ke kompetisi Eropa musim depan, target utama klub musim ini.


Manchester United Dinilai Belum Siap untuk Eropa Musim Lalu

Pelatih kepala Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim, memimpin sesi latihan tim di Kompleks Latihan Carrington di Manchester, Inggris barat laut, pada 14 Mei 2025 dalam sesi media menjelang final Liga Europa UEFA melawan Tottenham Hotspur. Final Liga Europa UEFA akan berlangsung pada 21 Mei di Bilbao. (Oli SCARFF/AFP)

United gagal kembali ke Liga Champions setelah kalah di final Liga Europa dari Tottenham musim lalu. Menariknya, Amorim sebelumnya sempat mengakui bahwa timnya memang belum siap tampil di level tertinggi Eropa.

“Saya merasa kami belum siap bermain di Eropa,” katanya. “Untuk menghadapi laga-laga besar di Liga Champions sambil tetap konsisten di Premier League, kami membutuhkan waktu membangun diri sebagai tim.”

Ia menegaskan, proses tersebut memerlukan fondasi yang kuat, termasuk persiapan taktis untuk tiap pertandingan. “Kami harus membangun dasar itu, baru kemudian kami bisa tampil. Ke depan, kompetisi Eropa penting agar seluruh pemain punya menit bermain.”

Sumber: The Times


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya