Liputan6.com, Jakarta - Fotografer Indonesia, Mas Agung Wilis Yudha Baskoro, mencuri perhatian dunia lewat karyanya yang memenangkan penghargaan foto tunggal kategori Asia Pasifik dan Oseania dalam World Press Photo (WPP) 2025.
Karya tersebut dipamerkan pada pembukaan ajang fotografi internasional di Erasmus Huis, Jakarta, Kamis malam (20/11/2025).
Advertisement
Foto Mas Agung menjadi salah satu yang dipuji dalam ajang bergengsi tersebut. Ia menampilkan potret para pekerja tambang di Pulau Halmahera yang berkendara dalam sebuah truk, dengan latar belakang cerobong Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara.
Visual kuat itu menjadi kritik terhadap paradoks industri nikel yang kerap dipandang sebagai masa depan energi “bersih”, namun menimbulkan dampak besar pada lingkungan dan masyarakat lokal.
Dalam narasinya, Mas Agung ingin menyampaikan bahwa eksploitasi mineral untuk energi masa depan memiliki konsekuensi yang tidak tampak oleh pengguna akhir. Nikel menjadi bahan vital untuk baterai kendaraan listrik, tetapi eksplorasinya sering meninggalkan kerusakan ekologis dan membuka jurang ketimpangan sosial bagi masyarakat di Halmahera.
Karyanya mengajak publik menilai kembali slogan energi hijau. Alih-alih hanya merayakan inovasi baterai listrik, foto tersebut meminta penonton berpikir: siapa yang membayar harga untuk energi masa depan?
Penghargaan yang diraih Mas Agung menjadi catatan penting bahwa isu dari Indonesia memiliki daya tarik global. Dalam pameran ini, WPP menampilkan karya 42 fotografer terbaik dari 59.320 foto yang diseleksi dari 3.778 peserta di 141 negara.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, memuji karya-karya dalam pameran tersebut sebagai refleksi dari situasi dunia yang tak dapat disembunyikan.
“Foto-foto ini memperlihatkan dunia apa adanya — indah, luas, namun juga menyakitkan dan tragis,” ujar Gerritsen dalam sambutannya.Lebih dari PenghargaanKeberhasilan Mas Agung bukan hanya kemenangan artistik, tetapi juga kemenangan isu yang sering tak dilihat publik luas. Foto tersebut membuka ruang diskusi tentang dampak penambangan yang jarang masuk dalam narasi besar tentang energi hijau global.
Pameran World Press Photo 2025 berlangsung di Erasmus Huis, Jakarta, mulai 21 November hingga 20 Desember 2025.