Begini Cara Chelsea Kalahkan Man United dalam Perburuan Geovany Quenda: Akankah Prestasinya Melebihi Cristiano Ronaldo?

Chelsea bergerak cepat dan tepat. Di tengah persaingan ketat klub-klub elite Eropa, The Blues memenangkan perburuan salah satu talenta paling panas Portugal: Geovany Quenda, winger 18 tahun yang kini bersinar di Sporting CP.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 21 November 2025, 10:59 WIB
Gelandang Portugal Sporting Lisbon #07, Geovany Quenda (tengah), merayakan bersama penyerang Brasil Sporting Lisbon #27 Alisson Santos (kanan) setelah mencetak gol keempat mereka selama pertandingan putaran pertama Liga Champions hari 1 antara Sporting CP dan Kairat Almaty di stadion Alvalade di Lisbon, Jumat (19-9-2025) dini hari WIB. (FILIPE AMORIM/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Chelsea bergerak cepat dan tepat. Di tengah persaingan ketat klub-klub elite Eropa, The Blues memenangkan perburuan salah satu talenta paling panas Portugal: Geovany Quenda, winger 18 tahun yang kini bersinar di Sporting CP.

Kesepakatan bernilai £40 juta telah tercapai, dan pemain yang disebut-sebut sebagai “produk terbaru jalur produksi Cristiano Ronaldo” itu dijadwalkan merapat ke Stamford Bridge pada musim panas 2026.

Namun, perjalanan Quenda menuju ketenaran jauh dari kata biasa, dan justru dimulai dengan sepasang celana jeans.


Awal yang Tak Biasa Geovany Quenda

Geovany Quenda masuk radar Manchester United (AFP)

Saat masih berusia di bawah 10 tahun, Quenda mengikuti latihan pertamanya di klub kecil Damaiense… tanpa perlengkapan sepak bola. Ia datang dengan celana jeans karena belum memiliki seragam.

Pelatih sempat ragu mengizinkannya bermain. Tapi begitu bola berada di kakinya, keraguan itu lenyap. Kecepatan, kelincahan, dan kontrol bolanya membuat semua orang terperangah. Sejak momen itu, Quenda menjadi anak emas akademi Damaiense.

Namun, mereka sadar satu hal: bocah ini terlalu berbakat untuk bertahan lama.


Geovany Quenda Dicuri Benfica, Direbut Sporting

Geovany Quenda masuk radar Manchester United (AFP)

Dalam sebuah turnamen usia dini, bakat Quenda disaksikan oleh pemandu bakat Benfica. Ia pun bergabung dengan salah satu akademi terbaik Portugal dan menghabiskan tiga tahun di sana.

Di usia 14 tahun, Sporting Lisbon masuk dalam radar. Akademi yang melahirkan nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Luis Figo, Paulo Futre, Nani, dan Joao Moutinho menawarkan proyek pengembangan yang dianggap lebih jujur dan terarah.

Mereka berhasil membujuk Quenda, setelah sang pemain dan keluarga merasa mendapat banyak janji manis yang tak ditepati di Benfica.

Sporting tak salah ambil keputusan. Begitu tiba, Quenda langsung menonjol.


Geovany Quenda Mengalahkan Rekor Cristiano Ronaldo

Sporting Lisbon. Di awal kariernya, Cristiano Ronaldo memperkuat Sporting Lisbon selama 1 musim pada 2002/2003. Ia mampu mencetak 5 gol dan 6 assist dari total 31 laga di semua ajang kompetisi. (marca.com)

Pada usia 16 tahun, Quenda sudah menjadi top skor tim U-23 Sporting. Ruben Amorim yang kini menukangi Manchester United memberinya kesempatan berlatih bersama tim utama.

Debutnya datang setahun kemudian, langsung di laga besar kontra Porto. Tak lama, ia menorehkan sederet sejarah, mulai dari pencetak gol termuda dalam sejarah Sporting, pencetak gol termuda Liga Portugal memecahkan rekor Cristiano Ronaldo.

Kemudian, Quenda juga menorehkan rekor sebagai starter termuda di Liga Champions untuk Sporting serta menjadi pencetak gol termuda Sporting di kompetisi Eropa.

Lanjut Baca:

Musim debutnya bahkan lebih produktif daripada Ronaldo, Nani, Figo, Simao, dan Quaresma pada musim pertama masing-masing. Tak heran seluruh Eropa berebut tanda tangannya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya