Joko Anwar Dorong Sutradara Muda di Film Legenda Kelam Malin Kundang, Tak Mau Campuri Urusan Kreatif

Joko Anwar juga mengungkap makna di balik karakter pelukis mikro dalam film Legenda Kelam Malin Kundang.

oleh Zikrah Nur AmalahDiterbitkan 22 November 2025, 09:00 WIB
Joko Anwar, sutradara sekaligus produser film Indonesia. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Joko Anwar kembali menarik perhatian publik lewat keterlibatannya dalam Legenda Kelam Malin Kundang, tapi dalam proyek ini ia tak duduk di kursi sutradara, melainkan produser.

Adapun sosok yang ditunjuk sebagai sutradara adalah dua sineas muda, Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo, yang sekaligus menjadi langkah baru bagi Come and See Pictures. Ia menjelaskan bahwa proyek ketiga ini memiliki pendekatan yang berbeda dibanding dua film sebelumnya, Siksa Kubur dan Pengepungan di Bukit Duri, yang dikenal dengan skala besar dan jumlah karakter yang lebih banyak.

“Yang baru dari film Legenda Kelam Malin Kundang sebagai project ketiga dari Come and See Pictures adalah, kalau teman-teman inget film pertama kita Siksa Kubur, Pengepungan di Bukit Duri. Dua duanya itu relatif besar, film yang karakternya banyak story,” ucap Joko Anwar dalam press screening dan press conference yang dihelat di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Joko menambahkan bahwa Legenda Kelam Malin Kundang dirancang lebih dekat dan personal, menghadirkan tantangan baru bagi tim kreatif dalam menyajikan cerita yang lebih sederhana secara jumlah karakter namun lebih kompleks dari sisi pendalaman.

“Kalau di film Legenda Kelam Malin Kundang ini betul betul sangat intimate sekali. Sebuah film yang diceritakan lewat karakter yang tidak banyak tapi ceritanya lebih kompleks ini adalah satu challenge terbesar Rafki sama Kevin, jadi ini film yang berbeda dari film film dari kita sebelumnya dan yang mungkin segar ya lalu dilihat ke dalam skena film Indonesia secara keseluruhan," ia menambahkan. 


Kepercayaan Penuh pada Generasi Baru

Joko Anwar dan Tia Hasibuan saat roundtable jumpa pers pada Rabu (1/10/2025). (dok. Poplicist)

Joko Anwar menjelaskan bahwa keputusan menyerahkan Legenda Kelam Malin Kundang kepada dua sutradara muda bukan hanya strategi kreatif, tetapi juga bentuk kepercayaan penuh terhadap generasi baru pencerita. Ia menilai bahwa kisah ini membutuhkan sudut pandang yang lebih segar, sehingga Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat yang berasal dari dua generasi berbeda, Gen-Z dan milenial dipilih untuk membawa energi dan cara bercerita yang relevan bagi penonton masa kini.

“Kita kepingin banget film ini lewat point of view yang fresh, kita berbicara soal generasi makanya sebuah langkah yang bijaksana adalah untuk memberikan film ini ke pencerita yang memiliki point of view yang lebih fresh dibandingkan kita yaitu dua sutradara muda satu gen Z satu milenial yaitu Kevin Rahardjo dan Rafki Hidayat,”ucap Joko Anwar

Lanjut Baca:

Ia menegaskan bahwa setelah proyek tersebut dipercayakan kepada Kevin dan Rafki, dirinya memilih untuk tidak ikut campur secara kreatif. Joko ingin keduanya memiliki ruang penuh untuk mengekspresikan gaya bercerita mereka tanpa batasan, sehingga setiap elemen film lahir murni dari visi kreatif kedua sutradara tersebut. “Ketika kita memberikan project ini kepada mereka, ketika film ini selesai yang perlu catet adalah kita sama-sama tidak ada campur tangan secara kreatif. Kita bekerja supaya mereka bisa bekerja secara maksimal untuk bisa mencurahkan visi kreatif mereka sepenuhnya ada di tangan mereka," tegasnya

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya