Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Kamis, (20/11/2025). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah sektor saham consumer siklikal pimpin penguatan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik tipis 0,16% ke posisi 8.419,91. Penutupan IHSG ini termasuk level tertinggi pada 2025.Adapun Indeks saham LQ45 melemah 0,11% ke posisi 848,01.
Advertisement
Keala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya menyebutkan, IHSG berpotensi melemah ke level 8.400-8.350 pada Jumat, 21 November 2025.
“Dari dalam negeri, neraca transaksi berjalan Indonesia tercatat surplus 4,0 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara 1,1 persen dari PDB per kuartal III-2025, dari sebelumnya tercatat defisit 2,7 miliar dolar AS atau setara 0,8 persen dari PDB pada kuartal II-2025,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Capaian tersebut merupakan surplus neraca transaksi berjalan pertama sejak kuartal I-2023 dan yang terbesar sejak kuartal III-2022, yang ditopang oleh kenaikan ekspor nonmigas. Adapun, transaksi modal dan finansial mencatatkan defisit USD 8,1 miliar pada kuartal II-2025.
Dengan demikian, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tercatat defisit 6,4 miliar dolar AS pada kuartal III-2025, dengan posisi cadangan devisa senilai 148,7 miliar dolar AS pada September 2025.
Dari Amerika Serikat (AS), indeks S&P Global Composite PMI Flash bulan November 2025 diperkirakan turun ke level 53,8, dari sebelumnya di level 54,6 pada Oktober 2025. Sedangkan Michigan Consumer Sentiment Final bulan November 2025 diperkirakan turun di level 50,3 dari sebelumnya 53,6 pada Oktober 2025.
Indeks saham acuan cenderung beragam. Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.491,42 dan level terendah 8.419,91. Sebanyak 311 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 306 saham melemah sehingga menahan kenaikan IHSG.
Total frekuensi perdagangan saham 22.945.590 kali dengan volume perdagangan saham 37,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.727. Investor asing beli saham Rp 1,26 triliun.
Sektor Saham
Dari 11 sektor saham, empat sektor saham memerah. Sektor saham properti turun 0,91%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic merosot 0,32%, sektor saham teknologi melemah 0,10%, dan sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,08%, serta sektor saham keuangan turun 0,02%.
Sementara itu, sektor saham consumer siklikal melesat 2,5%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,44%, sektor saham industri bertambah 0,35%, sektor saham kesehatan menguat 0,25%. Lalu sektor saham infrastruktur menanjak 0,52% dan sektor saham transportasi bertambah 0,23%.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, saham SMDM naik 24,69% ke posisi Rp 1.010 per saham. Harga saham SMDM dibuka stagnan di posisi Rp 810 per saham. Saham SMDM berada di level tertinggi Rp 1.010 dan level terendah Rp 810 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.907 kali dengan volume perdagangan 114.069 saham. Nilai transaksi R 10,9 miliar.
Gerak Saham
Harga saham PACK merosot 4,78% ke posisi Rp 2.590 per saham. Harga saham PACK dibuka naik 20 poin ke posisi Rp 2.740 per saham. Saham PACK berada di level tertinggi Rp 2.750 dan terendah Rp 2.580 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.615 kali dengan volume perdagangan 53.788 saham. Nilai transaksi Rp 14,1 miliar.
Harga saham TOBA ditutup naik 3,6% ke posisi Rp 820 per saham. Harga saham TOBA dibuka naik lima poin ke posisi Rp 795. Saham TOBA berada di level tertinggi Rp 845 dan level terendah R 795 per saham. Total frekuensi perdagangan 11.395 kali dengan volume perdagangan 928.966 saham. Nilai transaksi Rp 76,6 miliar.
Harga saham KJEN melompat 5,43% ke posisi Rp 272 per saham. Harga saham KJEN dibuka stagnan di posisi Rp 258 per saham. Saham KJEN berada di level tertinggi Rp 292 dan level terendah Rp 254 per saham. Total frekuensi perdagangan 10.189 kali dengan volume erdagangan 683.225 saham. Nilai transaksi Rp 18,9 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:
- Saham INKP melonjak 2,33%
- Saham BMRI melonjak 1,86%
- Saham MEDC melonjak 1,18%
- Saham HEAL melonjak 1,05%
- Saham ISAT melonjak 0,94%
Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:
- Saham AKRA merosot 4,85%
- Saham MDKA merosot 3,12%
- Saham AMRT merosot 2,39%
- Saham SMGR merosot 2,21%
- Saham SCMA merosot 2,17%
Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BUMI semilai Rp 1,3 triliun
- Saham BMRI senilai Rp 1,2 triliun
- Saham BBCA senilai Rp 1,1 triliun
- Saham BBRI senilai Rp 736 miliar
- Saham BBNI senilai Rp 246,4 miliar
Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham BUMI tercatat 91.194 kali
- Saham BMRI tercatat 33.556 kali
- Saham BBRI tercatat 26.987 kali
- Saham BBCA tercatat 24.343 kali
- Saham ANTM tercatat 18.773 kali
Bursa Saham Asia Pasifik
Bursa saham regional Asia pada Kamis sore ini antara lain indeks Nikkei naik 1.299,80 poin atau 2,68 persen ke 49.837,50, indeks Hang Seng bertambah 4,92 poin atau 0,02 persen ke 25.835,57. Demikian dikutip dari Antara.
Selain itu, indeks Shanghai melemah 15,69 poin atau 0,40 persen ke 3.931,05, dan indeks Strait Times menguat 6,85 poin atau 0,15 persen ke 4.512,07.