Liputan6.com, Jakarta - Seperti tanggal-tanggal lainnya, Rabu 19 November 2025 ini dipenuhi berbagai peringatan yang meriah dan penuh makna. Perayaan mencakup berbagai aspek, mulai dari budaya, kampanye kesadaran global, penghargaan profesi, hingga permainan populer.
Di Indonesia, khususnya bagi umat Hindu di Bali, hari ini diperingati sebagai Hari Raya Galungan yang dirayakan setiap 210 hari. Hari besar ini menandai kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan). Dalam perayaannya, umat Hindu melakukan persembahan dan sembahyang, serta memasang tiang-tiang bambu berhias di depan rumah sebagai bagian dari tradisi.
Advertisement
Diperingati oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tanggal 19 ini juga diperingati sebagai Hari Toilet Sedunia untuk menginspirasi akan tindakan krisis sanitasi global. Peringatan ini meningkatkan kesadaran mengenai masalah sanitasi dan kebersihan.
Tanggal 19 ini juga menjadi hari untuk memperingati dan mengakui peran penting jurnalis di seluruh dunia dalam menyediakan informasi yang akurat dan mempertahankan kebebasan pers. Hari ini juga sering menjadi momen untuk menyoroti tantangan dan bahaya yang kerap dihadapi oleh para jurnalis.
Hari Pria Internasional juga merupakan sebuah perayaan global yang diperingati pada hari ini. Peringatan ini berfokus pada kesehatan pria dan anak laki-laki, meningkatkan kesadaran akan diskriminasi terhadap pria, dan mempromosikan kesetaraan gender.
Tak kalah menarik, hari ini diperingati sebagai Hari Permainan Monopoli, salah satu permainan papan paling populer dan ikonik di dunia.
Berikut sederet peringatan yang setiap tahunnya diperingati pada tanggal 19 November dihimpun Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:
Hari Raya Galungan
Berdasarkan informasi dari Liputan6.com, perayaan Hari Raya Galungan 2025 di Bali menjadi salah satu momen sakral yang dinantikan oleh umat Hindu. Tradisi ini menandai kemenangan dharma atas adharma, sehingga masyarakat mempersiapkan berbagai ritual dan upacara sejak jauh-jauh hari.
Suasana kota dan desa dipenuhi penjor berhiaskan janur, aroma sesaji dan gemericik doa yang menghiasi setiap pura serta rumah warga. Kesakralan Hari Raya Galungan 2025 menghadirkan kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul, bersembahyang dan menjaga kelestarian adat leluhur.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan 2025, berbagai kegiatan keagamaan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari Tumpek Wariga, Sugihan Jawa, hingga Penampahan. Setiap tahap memiliki makna filosofis mendalam, termasuk penyucian diri, pengendalian hawa nafsu dan persiapan spiritual. Hari Raya Galungan 2025 bukan sekadar perayaan simbolik, melainkan momentum refleksi dan pemaknaan kembali nilai-nilai luhur.
Selain aspek keagamaan, Hari Raya Galungan 2025 juga membawa dampak pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Banyak keluarga yang merantau pulang ke kampung halaman untuk bersembahyang di pura keluarga, sekaligus menikmati kebersamaan antargenerasi.
Hari Toilet Sedunia
Dilansir dari laman Center for Disease Control and Prevention, setiap tanggal 19 November, juga diperingati sebagai Hari Toilet Sedunia. Peringatan ini ditujukan untuk merayakan peran penting toilet dan menyoroti krisis sanitasi global. Jutaan orang di seluruh dunia masih hidup tanpa akses ke toilet yang dikelola dengan aman.
Ketiadaan sistem sanitasi yang aman, termasuk toilet yang bersih, pengangkutan dan pengolahan limbah manusia yang terjamin, akan berakibat fatal. Limbah manusia yang tidak diolah, akan mencemari sumber makanan dan air, dari sanalah akan meningkatkan risiko penularan penyakit.
Masalah ini diperparah dengan buang air besar secara sembarang (open defecation), yang masih banyak dilakukan oleh setidaknya 419 juta orang di seluruh dunia. Praktik ini secara langsung mengakibatkan penyebaran penyakit diare, yang tragisnya, dapat merenggut nyawa hampir 1.000 anak setiap harinya.
Menerapkan sanitasi yang aman, praktik kebersihan yang baik, dan pasokan air yang aman merupakan solusi yang berpotensi menyelamatkan lebih dari 300.000 nyawa anak setiap tahunnya.
Hari Jurnalis Internasional
Melansir National Today, Hari Jurnalis Internasional merupakan peringatan untuk mengenang para jurnalis yang tewas saat menjalankan tugasnya. Jurnalis sangatlah berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada publik secara luas, namun mereka kerap menghadapi ancaman, termasuk pembunuhan, pelecehan, kekerasan.
Jurnalisme sendiri dimulai di Dinasti Han, Tiongkok, tetapi surat kabar baru muncul pada abad ke-17 di Eropa, didukung dengan adanya mesin cetak. Meskipun berkembang sebagai usaha swasta, pers sering menjadi sasaran sensor dan kontrol ketat pemerintah. Bahkan, ada juga yang menjadikannya sebagai alat propaganda.
Saat ini, jurnalisme telah beralih ke era digital, di mana berita dikonsumsi melalui ponsel yang juga melahirkan fenomena jurnalisme warga.
Hari Pria Internasional
Mengutip laman National Today, Hari Pria Internasional yang jatuh pada hari ini berawal ketika jurnalis Amerika John P. Harris menyoroti akan ketidakseimbangan karena adanya Hari Perempuan Internasional tanpa hari serupa untuk para pria.
Meskipun ada upaya awal pada tahun 1990-an yang sempat meredup, peringatan Hari Pria Internasional kembali dihidupkan secara resmi pada tahun 1999 oleh Jerome Teelucksingh di Trinidad dan Tobago.
Jerome Teelucksingh memilih tanggal 19 November, karena bertepatan dengan ulang tahun ayahnya yang dijadikan teladan, sebagai hari untuk merayakan semua pria, termasuk yang belum atau tidak memiliki anak.
Peringatan ini hadir sebagai sebuah bentuk promosi akan aspek positif dari identitas pria. Hari ini didasarkan pada premis bahwa pria merespon lebih baik terhadap model peran yang positif daripada stereotip negatif.
Perayaan ini tidak bertujuan untuk bersaing dengan Hari Perempuan Internasional, melainkan untuk secara spesifik menyoroti pentingnya kesehatan fisik dan mental pria serta maskulinitas yang positif di tengah masyarakat.
Hari Permainan Monopoli
Mengutip laman National Today, setiap 19 November diperingati juga sebagai Hari Permainan Monopoli. Sebuah permainan papan yang sangat populer ini dirilis pada tahun 1935 oleh Parker Brothers, meskipun akar sejarahnya bisa ditelusuri kembali ke awal abad ke-20 melalui permainan yang diciptakan oleh Elizabeth Magie.
Awalnya, kreasi Elizabeth Magie ini bertujuan untuk mengilustrasikan dampak negatif dari monopoli properti. Namun, seiring berjalannya waktu, permainan monopoli berkembang menjadi permainan yang justru merayakan kesuksesan finansial, mendorong pemain untuk membeli, menjual, dan mengelola properti dengan tujuan menjadi yang terkaya.
Meskipun terkenal sebagai permainan yang bisa memicu persaingan sengit, Monopoli tetap menjadi salah satu hiburan papan paling ikonik dan favorit di seluruh dunia.