3 Ruas Jalan di Jaksel Tergenang Imbas Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Mampang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menyampaikan hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (18/11/2025) menyebabkan kenaikan Pos Sunter Hulu dengan status siaga 3

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 18 November 2025, 16:32 WIB
Kondisi banjir yang melanda Jalan Pondok Karya, Jakarta, Rabu (4/1/2023). Hujan deras yang terjadi pada Rabu sore membuat Kali Mampang meluap hingga menyebabkan banjir di kawasan tersebut dengan ketinggian bervariasi mulai dari 40 hingga 60 cm. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, menyampaikan hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (18/11/2025) menyebabkan kenaikan Pos Sunter Hulu dengan status siaga 3. Hal ini menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta.

"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di tiga ruas jalan," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).

Dia menjelaskan, tiga ruas jalan terdampak genangan berada di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel), yakni Jalan Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng, Jalan Pondok Karya, Kelurahan Pela Mampang, Jalan Kemang Utara IX, dan Kelurahan Duren Tiga.

"Ketinggian 10-50 sentimeter (cm), penyebab curah hujan tinggi dan luapan Kali Mampang," kata Yohan.

Ia menyampaikan, sebagai upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

BPBD DKI Jakarta juga bekerja sama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Adapun kondisi genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.

Meski begitu, BPBD DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Selain itu, dalam keadaan darurat, warga bisa menghubungi nomor telepon 112.

"Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," jelas Yohan.

 

Hujan Deras Guyur Jakarta dan Sekitarnya: 16 RT dan 3 Ruas Jalan Banjir

Banjir dengan ketinggian 20 - 90 cm yang melanda kawasan tersebut akibat meluapnya Kali Mampang usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Jakarta.(Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, huujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya hari ini Selasa (18/11/2025). Hujan deras yang terjadi sejak pukul 11.00 Wib memunculkan banjir di sejumlah titik. Mengacu data BPBD Jakarta hingga pukul 15.00 Wib, ada 16 RT tergenang.

"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 16 RT," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam keterangannya.

Data BPBD, di Jakarta Barat ada tiga RT terdampak, dengan genangan tertinggi terjadi di Kelurahan Sukabumi Selatan 60 cm. Sementara di Sukabumi Utara, air setinggi 30 cm menghambat aktivitas warga. Genangan dipicu curah hujan tinggi.

Sementara di Jakarta Selatan. Dilaporkan ada 13 RT terendam. Di Cilandak Barat, air setinggi 30 cm. Di Pela Mampang, genangan mencapai 80 cm akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut. Kondisi serupa terlihat di Cilandak Timur dan Bukit Duri, di mana air mencapai 40-60 cm.

 

Tiga Ruas Jalan Tergenang

Petugas UPK Badan Air DLH Provinsi DKI Jakarta berjibaku membersihkan tumpukan sampah yang menghalangi aliran air Kali Mampang di Jalan Pejaten Raya, Jakarta, Sabtu (20/2/2021). Aliran air Kali Mapang di Jalan Pejaten Raya meluap akibat sumbatan tumpukan sampah. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tak hanya permukiman, tiga ruas jalan juga dilaporkan tergenang, yaitu Jalan Srengseng Raya, Jalan Pondok Karya, serta Jl Kemang Utara IX. Ketinggian air di jalan berkisar 10–20 cm dan dipicu luapan Kali Mampang.

"Jalan tergenang 3 ruas jalan," ucap dia.

Terkait hal ini, BPBD bersama Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat telah mengerahkan personel untuk penyedotan air, membuka tali-tali air, serta memonitor titik rawan.

"Lurah dan camat setempat dikerahkan untuk menyiapkan kebutuhan dasar warga apabila diperlukan. Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat," tandas dia.

Infografis Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya