Laporan Liputan6.com dari Sydney: Australia Tawarkan Green Energy Fund Dorong Transisi Energi Indonesia

Australia siap terlibat lebih jauh dalam percepatan transisi energi Indonesia.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 18 November 2025, 15:30 WIB
Jurnalis Liputan6.com Tira Santia berkesempatan merasakan langsung atmosfer kehidupan sehari-hari di Sydney, Australia. (Liputan6.com/Tira)

Liputan6.com, Sydney Pemerintah Australia menyatakan kesiapannya untuk terlibat lebih jauh dalam percepatan transisi energi Indonesia melalui kolaborasi teknologi, investasi, dan dukungan pembiayaan.

Komitmen ini disampaikan Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite MP, yang menegaskan bahwa kedua negara memiliki keunggulan yang sejalan dalam pengembangan energi terbarukan, terutama tenaga surya.

"Kami ingin bekerja sama dengan negara seperti Indonesia untuk memperluas penggunaan teknologi itu melalui program investasi," kata Thistlethwaite dalam Media Briefing di kantornya Sydney, Australia, Selasa (18/11/2025).

Menurut Thistlethwaite, wilayah Asia-Pasifik memiliki salah satu tingkat penyinaran matahari tertinggi di dunia, yang menjadi modal besar bagi kedua negara untuk memperluas energi hijau.

"Ya. Dalam energi terbarukan, keunggulan utama kawasan kita adalah sinar matahari melimpah. Ini keunggulan kompetitif bagi kedua negara," ujarnya.

Ia menyoroti peran University of New South Wales (UNSW) merupakan tempat lebih dari 80 persen teknologi panel surya global dikembangkan oleh Profesor Martin Green dan timnya.

"Tak jauh dari sini ada University of New South Wales, tempat 80% teknologi panel surya di dunia dikembangkan oleh Profesor Martin Green dan timnya. Kami bangga dengan itu, dan Australia telah memberi kontribusi besar dengan teknologi tersebut," jelasnya.

 

Komitmen Pembiayaan

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Matt Thistlethwaite.

Australia membuka peluang kerja sama teknologi tersebut melalui program investasi hingga fasilitas pembiayaan seperti Green Energy Fund serta skema pendanaan internasional lain yang berfokus pada Asia Tenggara dan Pasifik.

"Komitmen pada Green Energy Fund, dan dana internasional lainnya untuk membantu negara berkembang di Asia Tenggara dan Pasifik," ujarnya.

Dukungan itu dinilai penting untuk membantu negara berkembang, termasuk Indonesia, mengadopsi energi terbarukan dalam skala besar dan mempercepat target pengurangan emisi.

 

Potensi Lainnya yang akan dikembangkan

Selain panel surya, Australia juga melihat potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan lain di Indonesia seperti panas bumi dan angin.

Menurutnya, dengan pengalaman Australia dalam penerapan teknologi hijau dan kebijakan pendukung transisi energi, pemerintah Negeri Kanguru berharap kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan serta mendukung stabilitas energi di kawasan.

"Bidang lain adalah pengembangan mineral kritis. Indonesia memiliki banyak cadangan mineral tersebut. Australia juga. Australia sangat baik dalam menambang lalu mengirimkannya ke luar negeri untuk diproses menjadi produk jadi, lalu membelinya kembali. Indonesia juga mirip. Karena itu kami melihat peluang kerja sama untuk pemrosesan hilir," pungkasnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya