Permintaan Pertamax Turbo Naik 76%, Pertamina Tambah Pasokan Jelang Nataru

Permintaan Pertamax Turbo dan Pertamax Green melonjak, Pertamina optimalkan distribusi di berbagai daerah.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 November 2025, 10:20 WIB
Petugas mengisi BBM ke kendaraan konsumen di SPBU Abdul Muis, Jakarta. PT Pertamina (Persero) menyebutkan permintaan Pertamax Turbo naik beberapa bulan terakhir. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Permintaan terhadap Pertamax Turbo terus mengalami peningkatan signifikan menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Pertamax Turbo tidak akan tersendat saat permintaan tinggi.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra bercerita, permintaan Pertamax Turbo melonjak hingga sekitar 76 persen. Lonjakan ini terlihat dari laporan distribusi nasional dalam beberapa bulan terakhir.

“Untuk Pertamax Turbo ini terjadi peningkatan kurang lebih 76 persen,” ujar Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (18/11/2025).

Tingginya permintaan membuat Pertamina Patra Niaga menambah pasokan, baik dari produksi kilang maupun impor. Langkah ini ditempuh untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama menjelang momen liburan panjang.

Mars Ega menjelaskan bahwa proses impor tengah berlangsung dan kargo diperkirakan segera tiba untuk memperkuat suplai di sejumlah wilayah.

“Penambahan impor ini tentunya perlu waktu, saat ini kargo impor sedang menuju ke Indonesia dan beberapa tempat mudah-mudahan segera akan terisi untuk Pertamax Turbo,” katanya.

Lonjakan permintaan ini menjadi sinyal positif bagi pasar bahan bakar nonsubsidi, sekaligus menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap BBM beroktan tinggi.

 

Target Penjualan Pertamax Turbo

Petugas melayani pembelian BBM jenis pertamax di SPBU di Jakarta, Selasa (3/1/2023).Selain menurunkan harga Pertamax, pemerintah juga menurunkan harga Pertamax Turbo (RON 98) yang turun harga dari Rp15.200 per liter menjadi Rp14.180 per liter sejak penyesuaian harga terakhir. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara terpisah, Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa target awal penjualan Pertamax Turbo sebenarnya hanya berada di angka 170 ribu kiloliter (KL) per tahun. Namun, tingginya permintaan membuat realisasi penjualan kini telah mencapai sekitar 300 ribu KL, hampir dua kali lipat dari target.

Roberth menilai tren ini masih berpotensi meningkat, terutama dengan beroperasinya Satgas Natal dan Tahun Baru yang setiap tahun memantau kebutuhan energi masyarakat. “Mungkin di akhir-akhir tahun ini dia akan bertambah. Tetapi kalau secara target, memang sampai saat ini sudah di atas ya,” jelasnya.

Kenaikan permintaan tersebut mencerminkan kecenderungan konsumen terhadap penggunaan bahan bakar beroktan tinggi untuk performa kendaraan yang lebih optimal.

 

Penjualan Pertamax Green Makin Diminati

Sejumlah mobil mengisi BBM di SPBU di Jakarta, Selasa (3/1/2023).Selain menurunkan harga Pertamax, pemerintah juga menurunkan harga Pertamax Turbo (RON 98) yang turun harga dari Rp15.200 per liter menjadi Rp14.180 per liter sejak penyesuaian harga terakhir. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain Pertamax Turbo, Pertamina juga mencatat peningkatan signifikan pada penjualan Pertamax Green, produk ramah lingkungan yang kini mulai diminati masyarakat. Menurut Mars Ega, penjualannya tumbuh hingga 80 persen dibandingkan tahun 2024.

Pertamina Patra Niaga terus memperluas akses terhadap bahan bakar rendah emisi tersebut. Hingga saat ini, 168 SPBU di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten telah menyediakan Pertamax Green. Animo masyarakat dinilai semakin kuat seiring meningkatnya kesadaran terhadap energi bersih.

"Animo masyarakat cukup baik, sales growth sampai dengan saat ini kurang lebih 80 persen dibanding tahun 2024," ujar Mars Ega.

Dengan tren positif ini, Pertamina optimistis penjualan BBM nonsubsidi akan terus bertumbuh, sejalan dengan kebutuhan kendaraan modern dan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya