Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran besar melanda sejumlah rumah warga di Gang Pelita 10, Jalan Tomang, Banjir Kanal, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar) pada Minggu 16 November 2025.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara menuturkan, api pertama kali timbul pada pukul 16.30 WIB. Akibat peristiwa ini, 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Operasi pemadaman pun dimulai pukul 16.36 WIB.
Advertisement
Peristiwa ini juga menimbulkan sejumlah korban jiwa hingga luka-luka. Mayoritas warga mengalami luka bakar ringan dan lecet. Mereka terdiri dari lansia sampai anak-anak.
Korban kemudian ditangani oleh petugas Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta di lokasi kejadian.
"Korban luka 14 jiwa. Seluruh Korban Ditangani Petugas PK3D & PMI Jakarta dilokasi," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 16 November 2025.
Dia menjelaskan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat pengungsi akibat kebakaran ini mencapai 350 jiwa, yang diungsikan di Lapangan Taman Jati di wilayah RT 011/RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.
"Objek terdampak ada 50 rumah tinggal yang berada di empat Rukun Tetangga (RT), yakni RT 007, RT 008, RT 009, dan RT 010 dengan jumlah 100 kepala keluarga (KK)," kata Yohan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Ketua RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Maulana Sani sempat terdengar dentuman keras sebelum kebakaran terjadi. Dia mengungkapkan suara ini berasal dari kabel SUTET transmisi yang putus di RT 6 di atas rumah warga.
"Putus, terus mengarah ke sini. Tiba-tiba asap membesar dari rumah warga di RT 9," ujar Maulana dikutip dari Antara.
Berikut sederet fakta terkait insiden kebakaran yang terjadi di Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar) dihimpun Tim News Liputan6.com:
1. Kronologi Kebakaran
Kebakaran melanda sebuah pemukiman warga di Gang Pelita 10, Jalan Tomang Banjir Kanal, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu sore.
"Obyek yang terbakar rumah tinggal, api pertama kali muncul pada pukul 16.30 WIB," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara dalam keterangannya.
Bayu menjelaskan sebanyak 20 unit pemadam dengan 100 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang menghanguskan bangunan rumah tersebut. Menurut dia, operasi pemadaman dimulai pukul 16.36 WIB dan situasi berhasil dikendalikan
"Proses pemadaman status kuning atau api sudah dapat dilokalisasi. Proses pendinginan masih berlangsung," katanya.
2. Sebanyak 100 Personel Damkar Dikerahkan
Sebanyak 20 unit mobil pemadam dikerahkan dalam kebakaran yang melanda rumah warga di Palmerah.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara menerangkan api pertama kali muncul pada pukul 16.30 WIB.
"Obyek yang terbakar rumah tinggal," kata Bayu dalam keterangannya, Minggu 16 November 2025.
Sebanyak 20 unit pemadam dengan 100 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Operasi pemadaman dimulai pukul 16.36 WIB dan situasi berhasil dikendalikan.
"Proses pemadaman status 'kuning'atau api sudah dapat dilokalisasi," ucap dia.
Proses pendinginan masih berlangsung. Belum diketahui penyebab kebakaran, termasuk dampak yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut.
3. Puluhan Rumah Terbakar, Korban Luka-Luka Belasan
Sebanyak 50 rumah terdampak kebakaran di Jalan Pelita VIII RT 09/RW 04, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu 16 November 2025 sore. 14 orang luka-luka akibat kebakaran tersebut. Mayoritas luka bakar ringan dan lecet terdiri dari anak-anak hingga lansia.
"Korban luka 14 jiwa. Seluruh Korban Ditangani Petugas PK3D & PMI Jakarta dilokasi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangannya di Jakarta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat pengungsi akibat kebakaran ini mencapai 350 jiwa, yang diungsikan di Lapangan Taman Jati di wilayah RT 011/RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.
"Objek terdampak ada 50 rumah tinggal yang berada di empat Rukun Tetangga (RT), yakni RT 007, RT 008, RT 009, dan RT 010 dengan jumlah 100 kepala keluarga (KK)," ucap Yohan.
4. Penyebab Kebakaran Diduga Korsleting Listrik, 350 Jiwa Mengungsi
Yohan menyebut kebakaran di Jalan Pelita VIII RT 09/RW 04, Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat diduga akibat korsleting listrik.
Kebakaran tersebut selesai ditangani oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI, BPBD, PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, Personel PSKB/Tagana Dinsos, personel kepolisian dan TNI pada pukul 18.42 WIB.
"Dugaan penyebab kebakaran adanya korsleting listrik, sedangkan estimasi kerugian mencapai Rp 1,3 miliar," kata Yohan.
Menurut Yohan, kebakaran berdampak pada 50 rumah tinggal dan 100 keluarga di RT 07, 08, 09, dan 10 di daerah itu.
"Korban tercatat satu orang luka ringan karena tersetrum, saat ini sudah ditangani oleh PMI," tandas Yohan.
Selain itu, kebakaran memaksa 350 warga mengungsi di Lapangan Taman Jati di lingkungan RT 11 RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat.
5. Pengakuan Ketua RW Setempat
Menurut kesaksian Ketua RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Maulana Sani, sebelum kebakaran terjadi sempat terdengar dentuman keras, yang ternyata berasal dari kabel SUTET transmisi yang putus di RT 6, di atas rumah warga.
"Putus, terus mengarah ke sini. Tiba-tiba asap membesar dari rumah warga di RT 9," kata Maulana, dikutip dari Antara.
Maulana menuturkan, seketika itu kebakaran terjadi dan api cepat menjalar ke sejumlah titik di lingkungan RW 04.
"Dari kabel, percikan apinya bikin kebakaran langsung di banyak titik," kata dia.
"Makanya kita kebingungan juga nanganinnya, titiknya di mana-mana. Di sini dimatiin, di sana ada lagi," ia menambahkan.
Karena menduga kebakaran terjadi akibat percikan api dari kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), Maulana segera menghubungi PLN agar aliran listrik di wilayah tersebut dimatikan.
"Saya juga sekarang udah ngehubungin PLN bagian transmisi. Yang ngurus SUTET itu dari Cawang dan Tebet, tolong pastiin kabel yang jatuh dan saat ini masih di atas rumah warga itu tidak ada aliran listriknya. Takutnya ada kebakaran susulan, makin parah nanti," ia menjelaskan.
Maulana menyampaikan bahwa warga bersama petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api di lingkungan permukiman yang terdampak kebakaran.
"Kerugian kalau secara material, enggak ada yang terselamatkan. Kalau dari bawah satu-satu kan kita masih bisa ya selamatkan barang gitu. Ini enggak, langsung banyak dan gede," tutup Maulana.