Liputan6.com, Jakarta- Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco, angkat suara soal penolakan kader terhadap rencana Budi Arie Setiadi masuk Gerindra. Menurut Dasco, penolakan adalah dinamika politik yang biasa terjadi.
“Ya namanya dinamika di politik, itu soal tidak menerima atau ada yang menerima itu kan biasa, menurut saya nggak perlu dibesarkan karena itu biasa dilakukan di politik,” kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Advertisement
Dasco menyebut belum ada pembahasan di DPP terkait Budi Arie. Dia juga menyatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto belum mendengar adanya penolakan tersebut.
“Belum sempet dibahas, kita belum ada soal pembahasan karena Pak Prabowo kan keluar negeri kemarin,” ungkapnya.
Gerindra Bangkalan dan Solo Tolak Budi Arie
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menolak rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi masuk Gerindra. Penolakan ini disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangkalan, Anton Bastoni dalam sebuah jumpa pers, Senin (10/11/2025).
Menurut Anton, wacana bergabungnya mantan Menteri Komunikasi dan Informasi itu ke Gerindra telah membuat para kader di bawah resah. Sehingga digelarlah diskusi di internal kader, yang hasilnya sebuah mufakat yaitu menolak Budi Arie masuk sebagai pengurus partai.
Alasannya, lanjut Anton, partai Gerindra bukan tempat singgah. Dan mereka menilai rekam jejak politik Budi Arie yang tidak konsisten membuatnya tidak pantas menjadi kader partai berlambang kepala burung Garuda tersebut.
“Kami atas nama DPC Gerindra Bangkalan menolak tegas masuknya Budi Arie sebagai pengurus DPP Gerindra,” kata Anton di Bangkalan, Senin (10/11).
Anton mengungkapkan, Gerindra adalah partai besar dengan ideologi nasionalis dan komitmen yang kuat terhadap perjuangan rakyat. Karena itu, terang dia, tidak selayaknya jika Gerindra hanya dijadikan tempat persinggahan oleh figur politik yang selama ini dikenal dekat dengan lingkaran kekuasaan mantan Presiden Joko Widodo.
“Kami tidak menutup pintu bagi siapa pun yang ingin bergabung, tapi Budi Arie kami nilai tidak layak karena rekam jejaknya tidak sejalan dengan semangat perjuangan Gerindra,” ujarnya.
Anton juga meminta para petinggi partai Gerindra, agar mempertimbangkan aspirasi kader di daerah, dengan tidak mengakomodasi rencana bergabungnya Budi Arie.
"Kami berharap suara kader di bawah diakomodir dan menolak Budi Arie masuk ke jajaran DPP Gerindra,” tutur Anton.
Penolakan juga datang dari Gerindra Solo. Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solo, Ardianto Kuswinarno, bahkan menegaskan Budi Arie bisa merusak tatanan partai.
Menurut Ardianto, Gerindra telah memiliki kader yang militan dan solid, bahkan melebihi kekuatan organisasi relawan Projo. Dia menilai, bergabungnya Budi justru berpotensi mengganggu keseimbangan internal partai pimpinan Prabowo Subianto.
“Karena Gerindra sudah punya kader militan melebihi Projo itu. Budi kalau masuk bisa merusak tatanan partai. Karena dia punya pemikiran berbeda dengan AD/ART Gerindra,” ujarnya.
Budi Arie Umumkan Mau Gabung Gerindra
Sebelumnya, Budi Arie Setiadi secara terbuka mengumumkan akan segera bergabung dengan Partai Gerindra. Pengumuman itu disampaikan dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
"Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Enggak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum," kata Budi Arie dalam sambutannya.
Budi kemudian menegaskan pilihannya bergabung ke partai berlambang Garuda. “Betul, iya lah, pasti Gerindra,” sambungnya.