Liputan6.com, Lima - Tragedi maut terjadi di Peru selatan pada Rabu (12/11/2025) dini hari, ketika sebuah bus penumpang jatuh ke jurang sedalam lebih dari 200 meter setelah bertabrakan dengan kendaraan lain.
Insiden ini menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai 13 lainnya, menurut keterangan pihak berwenang setempat, dikutip dari laman Japan Today, Kamis (13/11).
Advertisement
Manajer kesehatan wilayah Arequipa, Walther Oporto, mengatakan kepada radio lokal RPP bahwa bus tersebut menabrak sebuah truk pikap di tikungan sebelum terjun ke tepi Sungai Ocoña. “Kendaraan itu keluar jalur dan jatuh ke jurang,” ujarnya.
Bus nahas tersebut diketahui berangkat dari kota Chala -- kawasan pertambangan di wilayah selatan Peru -- dan sedang dalam perjalanan menuju kota Arequipa.
Kecelakaan bus fatal seperti ini bukanlah hal yang langka di Peru. Meski penyebab pasti peristiwa kali ini belum diketahui, pihak berwenang menuturkan bahwa banyak kecelakaan serupa di negara itu disebabkan oleh gaya mengemudi ugal-ugalan dan kecepatan berlebih.
Tragedi ini menambah panjang daftar kecelakaan lalu lintas di Peru sepanjang tahun. Pada Agustus lalu, sepuluh orang tewas ketika sebuah bus terguling di jalan raya. Sebulan sebelumnya, bus lain yang berangkat dari Lima menuju wilayah Amazon juga mengalami kecelakaan serupa, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 48 lainnya.
Sementara itu, pada Januari, sebuah bus jatuh ke sungai dan menewaskan enam orang, serta melukai 32 lainnya.
Menurut data resmi dari Sistem Informasi Kematian, sepanjang tahun 2024 tercatat sekitar 3.173 korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas di negara Amerika Selatan tersebut — mencerminkan masih rentannya keselamatan transportasi darat di Peru.