Mitsubsihi Fuso Keluhkan Persaingan Tidak Sehat dengan Truk China di Indonesia

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) distributor kendaraan niaga Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, terus menyoroti persaingan yang tidak sehat dengan truk impor China

oleh Arief AszhariDiterbitkan 12 November 2025, 18:39 WIB
Mitsubishi Fuso Luncurkan Fighter X FM65F Tractor Head, Harga Rp 943,540 Juta (Arief A/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) distributor kendaraan niaga Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, terus menyoroti persaingan yang tidak sehat dengan truk impor China. Bahkan, kemunculan truk yang didatangkan langsung secara utuh dari Negeri Tirai Bambu ini, telah menyebabkan penurunan yang cukup signifikan di pasar Tanah Air.

Dijelaskan Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT KTB, kehadiran impor truk China ini, bisa dikatakan sebagai ancaman, yang bahkan dianggap tidak fair.

"Kalau kompetisi di bisnis itu biasa dan kami anggap wajar, tapi untuk ini tidak fair," jelas Aji, saat ditemui di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (12/11/2025).

Lanjut Aji, ketidakadilan terkait persaingan dengan truk impor China ini, adalah soal regulasi. Pasalnya, banyak truk dari Negeri Tirai Bambu ini tidak mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.

"Kami selaku pelaku industri tentu mengikuti apa regulasi yang ditetapkan pemerintah. Tapi kalau teman-teman lihat waktu ada pameran beberapa waktu lalu, ada brand China yang ikut dan pamerkan kendaraannya tidak sesuai, seperti masih Euro 2, atau Euro 3, juga ada yang desainnya tidak sesuai. Itu kan tidak sesuai aturan, padahal kita di wajibkan Euro 4," tegas Aji.

Sementara itu, Aji sendiri mengatakan, terkait persaingan yang tidak adil dari impor truk China ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, seperti Gaikindo. Namun, hingga saat ini belum ada langkah nyata yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.

"Sampai saat ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah untuk itu bisa melindungi pemain atau perusahaan yang sudah selama ini eksis, seperti kami." tukas Aji.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Aan Suhanan angkat bicara terkait lonjakan impor truk utuh (completely built up/CBU) dari China yang mencapai 13.669 unit pada 2024.

Nilai Impor Truk China

Diketahui nilai impor tersebut tercatat sebesar USD647 juta atau setara Rp 10 triliun lebih, yang dinilai mengancam pasar kendaraan niaga dalam negeri.

Aan menegaskan bahwa pihaknya telah mencermati fenomena ini dan menjadikannya sebagai salah satu perhatian utama Kemenhub.

"Jadi, itu sedang menjadi concern kita juga ya. Kita sedang mengundang beberapa beberapa K/L yang terkait dengan masalah itu," kata Aan beberapa waktu lalu.

Dirinya juga menjelaskan, banyak masukan telah diterima Kemenhub, terutama menyangkut keberadaan kendaraan angkutan barang yang digunakan di sektor pertambangan.

"Ini sudah banyak juga masukan kepada kita terkait dengan kendaraan angkutan barang yang ada di tambang," tegas Aan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya