Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Australia menyatakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto di bidang pangan dan ketahanan gizi.
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan UNICEF untuk memastikan program MBG dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia.
Advertisement
"Australia sangat senang dapat memberikan bantuan pembangunan melalui UNICEF untuk mendukung program MBG," ujar Gita dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Melalui kerja sama ini, UNICEF telah membentuk tiga centre of excellence (pusat keunggulan) yang menjadi pilar utama dalam pelaksanaan program MBG.
Ketiga pusat tersebut akan berfokus pada riset, pelatihan, dan pengembangan kebijakan berbasis data dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"UNICEF telah membentuk tiga centre of excellence (pusat keunggulan) bagi program tersebut untuk menyediakan kebijakan berbasis bukti dan penguatan kapasitas dalam mendukung pelaksanaannya. Jadi, Australia menjalankan dukungan ini melalui UNICEF," ujarnya.
Tiga pusat keunggulan tersebut masing-masing berada di Bandung, Surabaya, dan Papua. Keberadaan pusat-pusat tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga internasional dalam upaya membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.
"Tiga centre of excellence itu masing-masing berada di Bandung, satu lagi di wilayah timur saya kira di Surabaya dan satu di Papua," ujarnya.
Fokus pada Peternakan: Menuju Satu Juta Ekor Sapi
Selain mendukung aspek kebijakan, Australia juga ingin memperkuat kerja sama konkret di sektor agribisnis, khususnya di bidang peternakan sapi dan susu. Melalui inisiatif ini, Australia berkomitmen membantu Indonesia mencapai target ambisius memiliki satu juta ekor sapi sebagai bagian dari program swasembada pangan.
Australian Business Champion Jennifer Westacott, menjelaskan bahwa salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan ekspor sapi pembiak (breeders) dari Australia ke Indonesia.
"Kami telah melihat peluang untuk memasok hewan pembiak (breeders) baik sapi potong maupun sapi perah yang akan membantu meningkatkan populasi ternak. Ada aspirasi di sini untuk mencapai satu juta ekor sapi, dan kami tentu dapat berkontribusi dalam hal itu," ujar Westacott.
Manfaat Bagi RI dan Australia
Menurut Westacott, kerja sama dalam penyediaan sapi pembiak akan memberikan manfaat ganda bagi kedua negara. Selain memperkuat ketahanan pangan Indonesia, kolaborasi ini juga membuka peluang investasi dan kemitraan baru di sektor peternakan.
Program ini menjadi bagian dari upaya Australia untuk memperluas hubungan ekonomi dengan Indonesia di luar sektor pertambangan dan energi. Fokusnya kini diarahkan pada pertanian dan ketahanan pangan yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani serta peternak.
"Kami telah melakukan beberapa pertemuan yang sangat baik sore ini dengan berbagai pelaku usaha, di mana kami mendengar bagaimana mereka mengimpor sapi pembiak dari Australia. Sapi-sapi itu tidak hanya membantu memperbesar populasi ternak di sini, tetapi juga menyediakan protein dari daging serta susu yang menjadi bagian dari program gizi di sekolah-sekolah," pungkasnya.