Indonesia Sambut Pembangunan Pusat Islam di Kroasia, Menlu Sugiono: Simbol Toleransi Komunitas Muslim

Menlu Sugino menilai kehadiran pusat Islam di Kroasia penting sebagai simbol toleransi dan keberagaman di Eropa.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 10 November 2025, 16:08 WIB
Menlu Sugiono pada Senin (11/10/2025) di Gedung Pancasila, Jakarta, menegaskan bahwa rencana pendirian Pusat Islam di Kroasia memiliki arti strategis, bukan hanya bagi komunitas Muslim setempat, tetapi juga bagi citra toleransi dan keberagaman di kawasan Eropa (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan dukungan Indonesia terhadap pembangunan pusat Islam di Kroasia. Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama dengan Menteri Luar Negeri Kroasia, Gordan Grlić-Radman, di Gedung Pancasila, Senin (10/11/2025).

Indonesia bahkan berencana mengirimkan perwakilan dalam acara pembukaan pusat Islam tersebut ketika resmi diluncurkan.

Sugiono mengatakan bahwa perkembangan ini mencerminkan hubungan antarkomunitas Muslim di Indonesia dan Kroasia yang semakin erat. Ia menilai kehadiran pusat Islam itu penting sebagai simbol toleransi dan keberagaman di Eropa.

“Detil persisnya saya belum lihat, tapi dari informasi yang ada sepertinya ini merupakan sebuah kompleks. Mereka juga berharap pembangunan ini bisa diteruskan karena menjadi contoh toleransi dalam keberagaman yang diharapkan,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah bentuknya mirip dengan kompleks Islam di Bosnia, Sugiono mengatakan belum mendapatkan informasi lengkap.

“Saya belum tahu, mungkin,” jawabnya singkat.

Menlu Sugiono: RI Dukung Kebutuhan Tenaga Kerja Konstruksi hingga Hospitality ke Kroasia

Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Senin (10/11/2025 di Gedung Pancasila menegaskan komitmen Indonesia dan Kroasia untuk memperluas kerja sama strategis, terutama di sektor pangan, pertanian, dan ketahanan energi (Dok. Liputan6.com/Teddy Tri Setio).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di Kroasia, terutama di sektor konstruksi, hospitality, dan caregiver. Hal tersebut ia sampaikan dalam pernyataan bersama (joint statement) dengan Menteri Luar Negeri Kroasia, Gordan Grlić-Radman, di Gedung Pancasila, Senin (10/11).

Sugiono menjelaskan bahwa sejumlah negara di Eropa Barat, termasuk kawasan Balkan, tengah mengalami kekurangan tenaga kerja terampil di sektor-sektor tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, Kroasia juga menyampaikan preferensi terhadap pekerja Indonesia karena dinilai memiliki etos kerja yang baik dan kesesuaian budaya.

“Mereka beberapa kali mengatakan bahwa tenaga kerja Indonesia punya tanggung jawab yang bagus dan secara kultur tidak terlalu banyak perbedaan,” ujar Sugiono. “Tantangannya memang pada bahasa, karena itu kita ingin pendekatan yang komprehensif—menyiapkan pekerja yang terampil sekaligus punya kemampuan bahasa yang memadai.”

Ia menambahkan telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian untuk memastikan Indonesia mampu memenuhi permintaan tenaga kerja terampil di luar negeri, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Namun, jumlah pasti tenaga kerja yang akan dikirim masih dalam pembahasan.

Tonggak Baru Hubungan RI-Kroasia

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Selasa (14/10/2025) (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Kunjungan resmi Menlu Grlić-Radman ke Indonesia menjadi catatan penting dalam hubungan kedua negara. Ini merupakan kunjungan Menlu Kroasia yang kedua sejak pembukaan Kedutaan Besar Kroasia di Jakarta pada 1995, dan kunjungan pertama sejak hubungan diplomatik kedua negara terjalin pada 1992.

“This visit marks a new milestone,” ujar Sugiono, menekankan fondasi kuat yang telah dibangun kedua negara dan peluang untuk mempererat kerja sama di masa mendatang. Ia menyebut Kroasia—sebagai anggota Uni Eropa—sebagai salah satu mitra utama Indonesia di kawasan.

Pertemuan kedua Menlu berlangsung produktif dan membahas berbagai isu strategis, khususnya di bidang ekonomi. Keduanya sepakat memfasilitasi peningkatan perdagangan, investasi, serta kerja sama pendidikan dan hubungan antarmasyarakat. Mereka juga mengidentifikasi peluang kolaborasi baru di sektor pangan dan pertanian, ketahanan energi, hingga hilirisasi industri.

Sugiono menyampaikan apresiasi atas dukungan Kroasia terhadap penyelesaian cepat Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Kesepakatan tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang untuk pendalaman kerja sama ekonomi, termasuk kemungkinan menjadikan Kroasia sebagai gerbang Indonesia ke pasar Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya