Mensos Gus Ipul Apresiasi Langkah Cepat Polri Tangani Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta

Mensos Syaifullah Yusuf mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat 7 November 2025 .

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 09 November 2025, 19:32 WIB
Menteri Sosial (Mensos), Safullah Yusuf

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial atau Mensos Syaifullah Yusuf mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Jumat 7 November 2025 yang mengakibatkan puluhan siswa mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit.

"Saya berterima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri yang juga telah melakukan langkah-langkah yang nyata di lapangan," ujar Mensos Gus Ipul, sapaan akrabnya usai meninjau korban ledakan SMAN 72 Jakarta di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, melansir Antara, Minggu (9/11/2025).

Menurut dia, langkah yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo serta jajarannya dalam kerangka penegakan hukum maupun dalam rangka memberikan layanan kepada korban patut diapresiasi.

"Mulai mengirim dokter, mengirim psikolog, melakukan pendampingan-pendampingan yang itu semua tentu sangat membantu," terang Gus Ipul.

Selain itu, lanjut dia, adanya upaya Kapolri dan seluruh jajaran termasuk segera merehabilitasi masjid yang menjadi lokasi ledakan di SMA 72 Jakarta.

"Upaya ini diharapkan agar proses pembelajaran segera dimulai kembali," ucap Gus Ipul.

Terkait dengan adanya dugaan terduga pelaku peledakan merupakan siswa yang kerap dirundung (bully), dia meminta semua pihak menunggu pengumuman dari Kepolisian.

"Jadi kita jangan berspekulasi," terang Gus Ipul.

 

Aksi Bullying Harus Dicegah

Menteri Sosial atau Mensos Syaifullah Yusuf usai menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta yang dirawat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih. (Antara)

Namun Gus Ipul menegaskan aksi perundungan di sekolah atau ditempat lain harus dicegah dan tidak boleh ada korban lagi.

"Ini tidak hanya di kasus ini saja," kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, terdapat sejumlah barang bukti yang sudah diamankan oleh tim di lapangan. Beberapa di antaranya adalah tulisan dan serbuk yang diduga menyebabkan ledakan itu terjadi di sekolah.

"Ditemukan beberapa bukti pendukung yang tentunya ini sedang kita kumpulkan. Ada tulisan, kemudian ada barang bukti serbuk yang diperkirakan bisa menimbulkan potensi terjadinya ledakan," kata Listyo di RSIJ Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Pihak Kepolisian juga masih terus mengumpulkan catatan-catatan yang terkait kasus tersebut. Selain itu, polisi juga telah melakukan pemeriksaan media sosial dan lingkungan keluarga terduga pelaku.

Pada Jumat 7 November 2025 sekira pukul 12.15 WIB, terjadi ledakan di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, tepatnya dalam komplek Kodamar TNI Angkatan Laut (AL).

Polres Metro Jakarta Utara dan Polsek Kelapa Gading melakukan aksi bersih-bersih di masjid di SMAN 72 Jakarta, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, setelah olah tempat kejadian (TKP) dituntaskan pada Jumat 7 November 2025.

"Hari ini aksi bersih-bersih dipimpin Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ari Galang Saputro yang dimulai dari Sabtu pagi sekitar pukul 10.30 WIB," kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra di Jakarta, Sabtu 8 November 2025.

 

Dinkes DKI Sebut Sebagian Besar Korban Ledakan di SMAN 72 Jakarta Alami Gangguan Pendengaran

Mensos jenguk korban ledakan di SMAN 72

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengungkap perkembangan terbaru kondisi korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Hingga Jumat malam 7 November 2025, tercatat sebanyak 93 orang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar mengalami barotrauma. Barotrauma adalah cedera atau gangguan pada telinga akibat perubahan tekanan udara yang cepat.

"Sebagian besar korban ledakan mengalami barotrauma, yang menyebabkan nyeri telinga, gangguan pendengaran atau telinga berdenging," kata Ani, melalui siaran pers, Sabtu (8/11/2025).

Dia menjelaskan, dari 93 korban, sebanyak 28 pasien sempat menjalani rawat inap. Sementara 65 pasien lainnya menjalani rawat jalan atau sudah diperbolehkan pulang.

Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih menjadi fasilitas kesehatan yang paling banyak menangani korban, yakni 39 pasien dengan rincian 13 pasien dirawat inap dan 26 pasien telah pulang.

Selain itu, RS Yarsi menangani 15 pasien, sebanyak 14 di antaranya sempat dirawat inap. RS Pertamina menangani 7 pasien dan 1 orang masih dalam perawatan.

"Sedangkan 32 pasien lainnya ditangani di sejumlah Puskesmas Kelapa Gading dan 5 orang di Klinik Bina kasih," ujarnya.

Hingga Sabtu pagi, masih terdapat 28 orang dirawat inap di beberapa rumah sakit, yaitu di RS Islam Cempaka Putih 13 orang dan RS Yarsi 14 orang serta RS Pertamina Jaya 1 orang.

Berdasarkan data dari Puskesmas, seluruh pasien di Puskesmas telah selesai ditangani atau dirujuk ke rumah sakit.

Gunung Krakatau Purba Juga Hasilkan Ledakan Besar Layaknya Erupsi 1883?. (Abdilah/Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya