Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Polisi Selidiki Jejak Medsos Terduga Pelaku dan Keterlibatan Pihak Lain

Tim siber Polri sedang bekerja mengungkap seluruh jejak media sosial pelaku. Polisi ingin tahu, adakah pengaruh dari konten ekstrem atau ajakan yang mendorongnya membuat ledakan di sekolah.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 08 November 2025, 17:23 WIB
Situasi Pasca Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta- Penyelidikan ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta masih berlangsung. Saat ini satu siswa diduga sebagai pelaku, namun kemungkinan jumlah terduga bisa bertambah.

Hal itu diungkap oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengunjungi para korban ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading yang kini dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Dia mengatakan, tim terus bekerja di lapangan. Meski pelaku sementara satu orang, polisi tetap menelusuri kemunginan ada sosok lain yang ikut memengaruhi atau bahkan membantu.

“Saat ini masih satu yang kita dapati namun kita tidak berhenti sampai di situ, kita terus melakukan penyisiran apakah ada pihak-pihak lain dan saat ini tim sedang bekerja," papar dia.

Di sisi lain, tim siber Polri sedang bekerja mengungkap seluruh jejak media sosial pelaku. Polisi ingin tahu, adakah pengaruh dari konten ekstrem atau ajakan yang mendorongnya membuat ledakan di sekolah.

"Kita melakukan pemeriksaan terkait media sosial. Kita dalami apakah dia ikut paham tertentu apakah terpapar oleh suatu konten ataukah mungkin juga hal-hal yang membuat dia tertarik dan juga kaitannya dengan apa yang menjadi alasan untuk melakukan itu semuanya sedang kita dalami," kata dia.

Gali Informasi dari Lingkungan Keluarga

Selain dari jejak digital, polisi juga menggali informasi dari lingkungan keluarga dan teman sekolahnya. Semua informasi itu dikumpulkan untuk merangkai gambaran utuh penyebab ledakan.

"Kita sekarang sedang dalam tahap mengumpulkan semua informasi yang ada dan mudah-mudahan kita bisa segera rilis dalam waktu yang tidak terlalu lama. Saya kira itu," ucap dia.

Listyo berharap, kondisi pelaku segera membaik, sehingga penyidik bisa mendapatkan keterangan langsung untuk memperjelas motif sebenarnya.

"Yang jelas untuk terduga pelaku kondisinya semakin membaik ya dan mudah-mudahan itu juga akan mempermudah kita nanti pada waktunya apabila kita butuhkan," tandas dia.

Terduga Pelaku Masih 17 Tahun

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad membocorkan terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta berusia 17 tahun. Namun, dia enggan mengungkap detail sosok remaja tersebut.

"Usia 17 tahun, soal ini (identitas) biar nanti pihak yang berwenang atau pihak kepolisian menyampaikan ke rekan media," jelas Dasco.

Dasco mengatakan, terduga pelaku sedang menjalani operasi. Informasi beredar, terduga pelaku mengalami luka cukup berat usai ledakan yang dibuatnya.

"Saya mendapatkan informasi (pelaku) masih di dalam dioperasi," ucap Dasco.

Kronologi Ledakan Versi Guru SMAN 72 Jakarta

Ledakan terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Jalan Prihatin, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11/2025). Insiden itu terjadi saat khotbah Jumat tengah berlangsung.

Hal itu diungkap Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Mohamad Yohan berdasar keterangan salah satu guru Matematika SMA 72 Jakarta. Dia mengatakan, ratusan siswa dan guru saat itu sedang mengikuti khotbah Jumat di aula sekolah.

"Ketika khotbah Jumat sedang berlangsung, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula," kata Yohan dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).

Saksi mata, Totong menceritakan, ledakan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, siswa dan guru SMA Negeri 72 sedang melaksanakan salat Jumat di masjid.

"Saya kan lagi salat Jumat, di saf paling depan, ya langsung meledak. Pas ledakan langsung bubar, langsung pada keluar semua karena takut," cerita Totong, Jumat (7/11/2025).

Totong mengaku mendengar suara ledakan keras dari tiga arah berbeda, baik di dalam maupun luar area sekolah. Menurutnya, ledakan itu terjadi secara berurutan, bukan dalam satu waktu bersamaan.

"Ledakan tidak barengan. Setelah di satu titik, satu lagi. Jarak suaranya nggak lama," ujarnya.

Setelah ledakan di tiga titik terjadi, Totong menyebut jemaah langsung menghubungi ambulans dan aparat penegak hukum. Tak lama, ambulans tiba di lokasi.

Dia melihat puluhan orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Mereka langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

"Korban dibawa ke RS Islam Cempaka Putih," ucapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya