Liputan6.com, Jakarta - PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT), produsen Semen Merah Putih bakal menggunakan ganggang mikro atau microalgae untuk menyerap emisi karbon di pabriknya. Microalgae ini disinyalir mampu menyerap karbon 50 kali lipat lebih efektif dari pohon berusia 20 tahun.
Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma menjelaskan, saat ini pengembangan prototipe sudah hampir rampung. Maka, diharapkan pada awal 2026, fasilitas microalgae itu bisa dipasang di pabrik milik perusahaan di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat.
Advertisement
"Unit asli ini sudah rampung 80%, tinggal adjustment karena unit pertama akan kita taruh dulu di pabrik. Pabrik yang namanya pabrik beton ya pasti kan ada karbon ya," kata Nyiayu, dikutip Sabtu (8/11/2025).
"Kita taruh di pabrik kami di Jati Asih, itu kondisinya tingkat CO2-nya berbeda, tingkat kelembapan udaranya berbeda, kondisi lingkungan debu dan sebagainya juga berbeda. Jadi adjustment itu yang 20% lagi kita sedang lakukan," sambungnya.
Penggunaan mikroalga ini masih dalam inisiatif program yang disebut MPTree yang dilakukan dengan kolaborasi bersama PT Algaepark Indonesia Mandiri.
"Kami percaya MPTree, sebagai pohon cair berbasis teknologi fotobioreaktor mikroalga, bisa menjadi solusinya. Hal ini karena mikroalga terbukti bisa menyerap karbon dioksida 10-50 kali lebih efektif dari pohon biasa yang semakin sulit untuk ditemukan di daerah perkotaan” jelas Nyiayu.
MPTree adalah teknologi biokonversi yang memanfaatkan kemampuan fotosintesis mikroalga untuk menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen. Diperkirakan satu unit MPTree yang berkapasitas 200 lt akan mampu menyerap 336 kg CO2 per unit per tahun. Ini setara 15 batang pohon berumur 20 tahun dengan kemampuan menyerap 22 kg CO2 per tahun.
Manfaat Luas
Nyiayu dalam keterangannya menuturkan, dalam peta jalan rencana jangka panjangnya, MPTree juga akan diintegrasikan ke ruang publik sebagai bagian dari revitalisasi kawasan hijau kota dan fasilitas umum.
Selain itu, biomassa mikroalga hasil budidaya akan diolah menjadi bahan pangan mikroalga untuk membantu meningkatkan gizi masyarakat.
"Inovasi ini tidak hanya mengurangi emisi karbon dan memperbaiki kualitas udara, tapi juga berpotensi meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dan pemangku kepentingan industri," ucapnya.
Fasilitas Publik
Nyiayu menjelaskan MPTree didesain untuk menjadi green street furniture. Yakni, tidak hanya berfungsi sebagai pemurni udara tetapi juga fungsi publik seperti halte bus.
Kemudian, fungsi estetika seperti bangku taman, dan fungsi edukasi tentang lingkungan dan sustainability untuk masyarakat.
Contoh implementasinya, MPTree akan diproduksi menjadi fasilitas bangku taman yang dilengkapi panel surya, layar edukasi, dan charging station gratis untuk ponsel bagi masyarakat di ruang publik.