IHSG Hari Ini 7 November 2025 Sentuh Rekor Tertinggi di 8.394, Saham CHEM Melesat

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris sentuh 8.400 pada perdagangan saham Jumat, (7/11/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 07 November 2025, 16:59 WIB
IHSG menguat 24,13 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level 7.196,75. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada Jumat, (7/11/2025). Lonjakan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun dan sektor saham infrastruktur menguat.

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,69% ke posisi 8.394,59. Indeks saham LQ45 menanjak 0,69% ke posisi 853,50. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.398,76 dan level tertinggi 8.332,60. Sebanyak 288 saham menghijau sehingga angkat IHSG. Namun, 319 saham melemah sehingga bebani IHSG dan 202 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.013.173 kali dengan volume perdagangan 26,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,7 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.677.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur menguat 2,42%, dan catat kenaikan terbesar. Disusul sektor saham properti bertambah 1,98% dan sektor saham energi menanjak 1,81%. Selain itu, sektor saham basic mendaki 0,19%, sektor saham kesehatan menanjak 0,57%, sektor saham keuangan mendaki 0,41% dan sektor saham teknologi bertambah 1,05%.

Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,70%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi merosot 0,38%, sektor saham industri terpangkas 0,27% dan sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,20%.

Jelang akhir pekan ini, saham ITMG ditutup stagnan di posisi Rp 23.400 per saham. Harga saham ITMG berada di level tertinggi Rp 23.425 dan terendah Rp 23.300 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.821 kali dengan volume perdagangan 11.310 saham. Nilai transaksi Rp 26,4 miliar.

Gerak Saham

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Harga saham CPIN merosot 2,94% ke posisi Rp 4.620 per saham. Harga saham CPIN dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 4.770 per saham. Saham CPIN berada di level tertinggi Rp 4.790 dan level terendah Rp 4.590 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.517 kali dengan volume perdagangan 189.172 saham. Nilai transaksi Rp 88,1 miliar.

Harga saham COCO naik 0,94% ke posisi Rp 430 per saham. Harga saham COCO dibuka bertambah dua poin ke posisi Rp 428 per saham. Saham COCO berada di level tertinggi Rp 440 dan terendah Rp 418 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.100 kali dengan volume perdagangan 1.058.200 saham. Nilai transaksi Rp 45,6 miliar.

Harga saham CHEM melesat 26,04% ke posisi Rp 121 per saham. Harga saham CHEM dibuka ke posisi Rp 115 per saham dari sebelumnya Rp 96 per saham. Harga saham CHEM berada di level tertinggi Rp 121 dan terendah Rp 106 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.494 kali dengan volume perdagangan 3.544.294 saham. Nilai transaksi Rp 40,5 miliar.

Top Gainers-Losers

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ISAT bertambah 8,86%
  • Saham EMTK bertambah 8,51%
  • Saham SCMA bertambah 4,37%
  • Saham DSSA bertambah 4,17%
  • Saham ACES bertambah 2,69%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham JPFA merosot 4,96%
  • Saham MAPI merosot 3,47%
  • Saham UNVR merosot 3,44%
  • Saham CPIN merosot 2,94%
  • Saham AADI merosot 1,73%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 650 miliar
  • Saham EMTK senilai Rp 401,5 miliar
  • Saham BRPT senilai Rp 351,1 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 348,3 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 279,9 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham EMTK tercatat 35.771 kali
  • Saham ANTM tercatat 32.919 kali
  • Saham BRPT tercatat 20.159 kali
  • Saham SCMA tercatat 19.683 kali
  • Saham BBCA tercatat 18.214 kali

Bursa Saham Asia Melemah

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Jumat, 7 November 2025. Koreksi bursa saham Asia Pasifik ini mengikuti koreksi wall street di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas valuasi saham-saham kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang tinggi.

Mengutip CNBC, saham-saham perusahaan di Amerika Serikat melemah pada Kamis waktu setempat sehingga bebani wall street. Penurunan terbesar terjadi pada saham Nvidia, Microsoft, Palantir Technologies, Broadcom dan Advanced Micro Devices.

Adapun indeks Nikkei 225 di Jepang merosot 1,19% dan ditutup ke posisi 50.276,37. Saham-saham yang terkait dengan AI menjadi penghambat utama. Saham SoftBank merosot 6,87%, saham Advantest turun 5,54%, saham Renesas Electronics merosot 3,75%. Selain itu, saham Tokyo Electron turun 1,35%.

Indeks Topix ditutup hampir di posisi 3.298,85. Indeks Kospi di Korea Selatan melemah 1,81% menjadi 3.953,76 di tengah perdagangan yang volatile. Indeks Kosdaq susut 2,38% menjadi 876,81. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 1,31% dan 2,19%.

Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,66% menjadi 8.769,7. Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,92% menjadi 26.241,83. Indeks CSI 300 di China melemah 0,31% menjadi 4.678,79.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya