7 November 1944: Penyamaran Mata-mata Soviet di Jepang Terbongkar, Berujung Eksekusi Mati

Bagaimana aksi penyamaran mata-mata asal Soviet terbongkar dan membuat kariernya dalam bahaya?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 07 November 2025, 06:00 WIB
spy adalah ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion

Liputan6.com, Tokyo - Mata-mata yang berasal dari Uni Soviet menjadi sukses setelah pengakuannya di Kedutaan Besar Jerman di Tokyo selama Perang Dunia II. Pekerjaan berisiko cukup besar ini menyebabkannya tertangkap dan dieksekusi mati oleh polisi rahasia Jepang pada 7 November 1944.

Menurut surat kabar Partai Komunis, di artikel Pravda, tugas yang dijalani Richard Sorge sempat mendapatkan pujian dari informasi yang dimilikinya mengenai pasukan Jerman yang bergerak menuju Moskow pada musim gugur 1941 untuk invasi besar-besaran.

Aktivitasnya sebagai jaringan mata-mata pertama kali dipublikasikan dalam laporan Angkatan Darat Amerika Serikat yang disusun oleh Mayor Jenderal Charles A. Willoughby, seorang staf Jenderal Angkatan Darat Douglas MacArthusr di Jepang setelah perang, dilansir dari The New York Times, Jumat (7/11/2025).

Bahkan ia menjelaskan intelijen Soviet terkait dua bulan sebelum serangan 7 Desember 1941 di Pearl Harbor, karena Jepang sedang mempersiapkan perang di pasifik dan tidak akan menyerang Timur Jauh Soviet.

Berkat laporan Sorge, Joseph Stalin menarik pasukan dari perbatasan Manchuria dan memindahkan ke Front Timur, membantu Tentara Merah melancarkan serangan balasan terhadap Jerman di depan gerbang Moskow.

Sorge yang berdarah campuran dari Rusia dan Jerman bekerja untuk Uni Soviet dengan mengumpulkan informasi melalui samarannya sebagai jurnalis. Akses yang diberikan oleh kedutaan Jerman juga memudahkannya mendapatkan berkas-berkas rahasia.

Dilansir dari History.com, kariernya berakhir pada 18 Oktober 1941 ketika kontraintelijen Jepang mengungkap operasinya dan ditangkap bersama 34 anggota jaringan yang telah dibentuknya. Hukuman yang didapatkan dengan cara digantung pada tahun 1944 dan 20 tahun kemudian secara resmi menjadi sosok pahlawan Uni Soviet.

 

Ilmu Politik Menjadi Intelijen Soviet

Ilustrasi politik. (Image by rawpixel.com on Freepik)

Sorge memiliki pendidikan pada bidang ilmu politik dan mendapatkan gelar doktornya di Universitas Hamburg.

Kariernya dimulai dari bergabung dengan Partai Komunis Jerman pada tahun 1919 dan pergi ke Uni Soviet pada tahun 1924.

Demi menyempurnakan penyamaran, ia bergabung dengan Partai Nazi pada 1933 sebagai orang Jerman yang setia dan membangun reputasinya sebagai jurnalis untuk Frankfurter Zeitung.

Kerja keras dari usaha Sorge akhirnya meyakinkan para editor untuk mengirimnya ke Tokyo sebagai koresponsen asing pada pertengahan tahun 1930-an.

Meski akhir hidupnya tragis dengan hukuman eksekusi digantung mati, jasanya membantu setiap situasi darurat seperti perang yang dapat merubah keadaan saat itu.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya