Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia di Lhoknga, Provinsi Aceh, pada Rabu 5 November 2025. Bertepatan dengan peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia setiap tanggal 5 November, siswa salah satu SMA di Lhoknga, Provinsi Aceh, menggelar simulasi mitigasi bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia di Lhoknga, Provinsi Aceh, pada Rabu 5 November 2025. Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama generasi muda, dalam menghadapi ancaman bencana alam. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia di Lhoknga, Provinsi Aceh, pada Rabu 5 November 2025. Beberapa skenario mitigasi bencana disimulasikan termasuk penanganan korban luka oleh tim penyelamat atau relawan terlatih. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia di Lhoknga, Provinsi Aceh, pada Rabu 5 November 2025. Untuk diketahui, Hari Kesadaran Tsunami Sedunia diperingati setiap 5 November sebagai inisiatif global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) berdoa sebelum mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami untuk memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia di Lhoknga, Provinsi Aceh, pada Rabu 5 November 2025. Kegiatan ini seringkali melibatkan berbagai pihak, termasuk BMKG, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), PMI, TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, dan masyarakat setempat. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)