Liputan6.com, Jakarta - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatat kenaikan laba bersih konsolidasian sebesar 19,1% menjadi USD 132 juta atau setara Rp 2,1 triliun (asumsi kurs Rp 16.651 per dolar AS) sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan kinerja operasional dan penurunan beban bunga setelah keberhasilan optimalisasi utang yang dilakukan sejak tahun lalu.
Advertisement
Melansir laporan keuangan Perseroan, selama periode Januari–September 2025, pendapatan konsolidasian BREN mencapai USD 457 juta, naik 3,6% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD 441 juta. EBITDA juga meningkat 5,7% secara tahunan menjadi USD 399 juta, dengan margin EBITDA melebar menjadi 87,1% dari 85,4%.
Secara operasional, proyek retrofit Salak berhasil diselesaikan pada kuartal III 2025 dan menambah kapasitas baru 7,7 MW, lebih tinggi dari perkiraan awal. Bersama Unit Binary Salak yang telah beroperasi sejak Februari 2025, total kapasitas terpasang pembangkit panas bumi BREN kini mencapai 910,3 MW, naik 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Per akhir September 2025, total aset BREN tercatat sebesar USD 3,84 miliar, sementara total liabilitas turun 2,7% menjadi USD 2,97 miliar. Rasio utang bersih terhadap ekuitas menurun menjadi 1,82 kali, mencerminkan posisi keuangan yang semakin sehat dan efisien.
CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan mengatakan portofolio panas bumi terus menunjukkan kinerja yang kuat dan konsisten, ditopang oleh kinerja operasional yang unggul serta kontribusi berkelanjutan dari Unit Binary Salak. Segmen angin juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dengan produksi listrik yang mulai meningkat mendekati pola musiman.
“Didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin serta penurunan beban bunga, kami berhasil mencatat margin yang lebih tinggi dan peningkatan laba. Ke depan, kami akan terus fokus mempercepat ekspansi kapasitas dan memperkuat posisi kepemimpinan kami dalam transisi energi terbarukan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain itu, proyek retrofit Wayang Windu masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung akhir tahun ini, menambah kapasitas 18,4 MW. Perseroan juga memulai pengeboran eksplorasi di prospek Hamiding sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang menuju target kapasitas energi terbarukan 2,3 GW pada 2032.
Green Era Energy Lepas 28,23 Juta Saham BREN, Segini Nilainya
Sebelumnya, pemegang saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yakni Green Era Energy Pte Ltd melepas saham BREN secara bertahap. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan free float saham.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (3/9/2025),Green Era Energy Pte Ltd melepas 28,23 juta saham BREN dengan harga bervariasi. Saham BREN yang dilepas itu dilakukan sejak 27 Agustus-1 September 2025. Berikut rinciannya:
- Saham BREN yang dilepas sebanyak 26.427.300 saham dengan harga Rp 8.847 per saham pada 27 Agustus 2025.
- Saham BREN dilepas asing sebanyak 2.207.500 saham dengan harga Rp 9.641 per saham.
- Saham BREN dilepas asing sebanyak 250.000 saham dengan harga Rp 9.145 per saham.
- Saham BREN dilepas asing sebanyak 350.000 dengan harga Rp 8.936 per saham.
Seiring hal itu, nilai transaksi harian saham BREN milik Green Era Energy Pte Ltd tersebut sekitar 251,63 miliar.
“Tujuan transaksi menambah free float saham yang beredar di pasar dengan status kepemilikan langsung,” tulis Corporate Secretary PT Renewables Energy Tbk, Agus Sandy Widyanto.
Setelah transaksi, Green Energy Pte Ltd genggam 29,54 miliar saham BREN atau setara 22,08%. Sebelum transaksi, Green Energy Pte Ltd memiliki 29.569.342.700 saham BREN.
Aksi 11-13 Agustus 2025
Sebelumnya, Pemegang saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yakni Green Era Energy Pte Ltd melepas 8,31 juta saham BREN secara bertahap pada 11-13 Agustus 2025.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (15/8/2025), Green Era Energy Pte Ltd melepas saham BREN dalam tiga tahap.
Pertama, Green Energy Pte Ltd melepas 1,5 juta saham BREN dengan harga transaksi Rp 8.726. Selanjutnya penjualan kedua pada 12 Agustus 2025 dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 4,01 juta saham dengan harga transaksi Rp 9.142. Ketiga, penjualan saham BREN sebanyak 2,80 juta dengan harga Rp 9.317.
Dengan demikian, total saham BREN yang dilepas sebanyak 8.317.300 saham atau setara 0,00622%. Nilai penjualan saham sebesar Rp 75,90 miliar.
“Tujuan transaksi menambah free float saham yang beredar di pasar dengan status kepemilikan langsung,” tulis Sekretaris Perusahaan Barito Renewables Energy, Agus Sandy Widyanto dalam keterbukaan informasi BEI.
Setelah transaksi, Green Energy mengenggam 31.569.342.700 saham BREN atau setara 23,59%. Sebelumnya Green Energy memiliki 31.577.660.000 saham BREN atau setara 23,60%.