Dulu Rekan, Kini Rival: Antonio Conte dan Cesc Fabregas Terlibat Adu Mulut di Laga Napoli vs Como

Antonio Conte dan Cesc Fabregas berada di satu tim di Chelsea, satu sebagai pelatih, satu lagi sebagai playmaker andalan.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 02 November 2025, 18:56 WIB
Pelatih Napoli asal Italia, Antonio Conte, bereaksi selama pertandingan Serie A Italia antara Napoli dan Lecce di stadion Diego Armando Maradona di Naples pada 26 Oktober 2024. (CARLO HERMANN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Laga Napoli kontra Como 1907 di pekan ke-10 Serie A 2025/2026 berlangsung sengit dan penuh tensi. Bermain di Stadion Diego Armando Maradona, Minggu (2/11) dini hari WIB, duel berakhir tanpa gol alias 0-0.

Namun, bukan hasil yang menjadi perbincangan utama, melainkan adu mulut panas antara dua sosok yang pernah bekerja bersama, Antonio Conte dan Cesc Fabregas.

Sebagai juara bertahan, hasil imbang tentu bukan capaian yang ideal bagi Napoli. Namun, ketegangan di sisi lapangan justru menjadi sorotan.

Conte yang kini menukangi Napoli tampak tak bisa menahan emosinya, sementara di kubu seberang, Fabregas, pelatih Como, juga menunjukkan reaksi keras.

Padahal, keduanya punya sejarah bersama. Delapan tahun silam, tepatnya pada 2016, Conte dan Fabregas berada di satu tim di Chelsea, satu sebagai pelatih, satu lagi sebagai playmaker andalan.


Adu Panas di Pinggir Lapangan

Pelatih Como Cesc Fabregas. (Josep LAGO / AFP)

Ketegangan antara Antonio Conte dan Cesc Fabregas mencuat di pinggir lapangan selama laga berlangsung. Menurut laporan DAZN Italia, keduanya tampak beberapa kali terlibat perdebatan sengit di area teknis masing-masing.

Bos Napoli itu sangat marah ketika seorang pemain Como terjatuh dan membutuhkan perawatan, dan menuduh rekannya.

“Para pemain Anda melakukan diving dan berpura-pura. Apakah ini cara Anda mempersiapkan diri? Apakah ini yang Anda rencanakan?”

Fabregas mencoba menenangkan mantan pelatihnya dan membalas dendam tak lama kemudian ketika Billy Gilmour terpaksa keluar lapangan karena cedera otot. "Lihat? Pemainmu juga cedera, itu biasa," katanya.


Ketegangan Tak Reda hingga Peluit Akhir

Pelatih Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, merayakan kemenangan bersama para pemainnya setelah pertandingan Serie A Italia antara Como dan Juventus di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, pada 19 Oktober 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Insiden di babak pertama tak berhenti di situ. Fabregas sempat berlari ke arah Conte ketika keduanya menuju terowongan stadion, tampak berusaha menjelaskan situasi sebelumnya. Namun, Conte menolak berdialog dan tetap menunjukkan ekspresi kesal.

Ketika laga berlanjut ke babak kedua, ketegangan makin terasa. Kedua pelatih kembali saling adu argumentasi di pinggir lapangan. Frustrasi pun memuncak seiring kedua tim gagal mencetak gol meski mendapat sejumlah peluang emas.

Pertandingan pun berakhir tanpa pemenang, namun meninggalkan bara di antara dua sosok yang dulu pernah bekerja bahu-membahu di Stamford Bridge.

Sumber: Football Italia


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya