Sempat Terendam Banjir, Kini Air Sudah Surut di 3 Kecamatan Kabupaten Bandung

Warga sekitar yang bertahan di rumahnya saat terkepung ketinggian air, beralih tempat ke lantai dua karena lantai dasar sudah tergenang.

oleh Arie NugrahaDiterbitkan 01 November 2025, 10:02 WIB
Banjir melanda Kabupaten Bandung (Dok. Humas Pemkab Bandung)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak tiga kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat diterjang banjir akibat limpasan air dari Sungai Anak Citarum yang meluap usai hujan deras pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Menurut Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Andrie Setiawan, berdasarkan laporan terakhir Jumat 31 Oktober 2025 pukul 22.00 WIB banjir berangsur surut dan sebagian daerah sudah surut.

"Rata-rata TMA (tinggi muka air) di kisaran 20-150 centimeter. Kondisi tim masih dalam penanganan dan pendataan di lapangan," ujar Andrie dalam keterangan tertulisnya, Bandung, Sabtu (1/11/2025).

Andrie mengatakan lokasi banjir terjadi yakni di Desa/Kelurahan Ciparay Kecamatan Ciparay, Desa/Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah dan Desa/Kelurahan Citeureup serta Desa/Kelurahan Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Andrie menegaskan pada bencana alam banjir di Kabupaten Bandung ini tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa.

"BPBD Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung, kecamatan dan desa setempat. BPBD Kabupaten Bandung melaksanakan assesment ke lokasi kejadian," kata Andrie.

Otoritasnya akan merekomendasikan hasil pemantauan dan kondisi terkini ke dinas yang bertanggung jawab serta mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca.

 

Aktivitas Terhambat

Sementara itu anggota komunitas lingkungan dan sosial Munding Dongkol DayeuhKolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Saefulloh Firdaus, yang merupakan salah satu daerah yang terdampak banjir menyebutkan akibat banjir aktivitas warga menjadi terhambat.

Berdasarkan pantauannya Wilayah Bojong Asih Desa Dayeuhkolot ketinggian air pada Sabtu, 1 November 2025 per pukul 06.12 WIB setinggi 130 centimeter di jalan rumah warga.

"Air mulai masuk kemarin (Jumat 31/10/2025) pada pukul 19.00 WIB. Aktivitas seperti biasa mulai terhambat," ujar Saefulloh kepada Liputan6.com.

Warga sekitar yang bertahan di rumahnya saat terkepung ketinggian air, beralih tempat ke lantai dua karena lantai dasar sudah tergenang.

"Warga sudah tidak memiliki perahu yang biasa dipakai kalau banjir. BPBD belum menyimpan perahu untuk keperluan aktivitas dan kegiatan warga sehari-hari. Hanya tadi pagi BPBD assesment," kata Saefulloh.

Peristiwa banjir di Kabupaten Bandung terus berulang setiap tahunnya. Kawasan tersebut kerap terkena limpasan dari luapan air Sungai Anak Citarum.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya