Liputan6.com, Jakarta - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melaporkan pertumbuhan laba bersih sebesar 15,5% pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, laba bersih tersebut mencapai Rp 466 miliar, meningkat dari Rp 403 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini turut mendorong margin laba bersih naik dari 14,5% menjadi 15,4%.
Kinerja positif ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp 3 triliun, naik 9% dibandingkan Rp 2,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2024. Peningkatan tersebut mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan permintaan domestik yang tetap kuat meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil.
Advertisement
Direktur Utama PT Impack Pratama Industri Tbk, Haryanto Tjiptodihardjo, mengatakan, kinerja positif ini menunjukkan ketahanan dan daya saing Impack dalam menghadapi dinamika ekonomi.
“Kami berkomitmen menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan memperkuat fundamental keuangan kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (31/10/2025).
Selain itu, pada September lalu, perusahaan menyelesaikan aksi korporasi berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Jumlah Penghimpunan Dana
Dari aksi ini, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp 486 miliar melalui penerbitan 600 juta saham baru. Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan belanja modal, modal kerja, dan pelunasan pinjaman bank guna memperkuat struktur keuangan serta mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Langkah tersebut turut memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Posisi kas meningkat menjadi Rp 677 miliar, sementara total liabilitas turun 16,3% secara tahunan menjadi Rp 1,9 triliun, sehingga rasio utang terhadap ekuitas membaik menjadi 0,3 kali.
Impack Pratama juga terus menjajaki peluang akuisisi baik di dalam maupun luar negeri, dengan dukungan posisi keuangan yang solid, arus kas konsolidasi yang kuat, serta kemampuan menghasilkan EBITDA secara konsisten.