Usia Produktif Lebih Ingin Punya Hunian Premium, Simak Alasannya!

Segmen hunian rumah tapak elit di harga kelas menengah ke atas, masih menjadi paling menarik. Simak alasannya di sini.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 31 Oktober 2025, 17:00 WIB
20-an hingga 40-an yang berada di kalangan ekonomi menengah ke atas dianggap tak mempermasalahkan harga, melainkan mementingkan rumah yang memiliki kesan mewah serta material yang tidak pasaran.

Liputan6.com, Jakarta - Usia produktif ternyata membanjiri pasar peminat rumah premium seharga miliaran rupiah di kawasan Tangerang. Usia 20-an hingga 40-an yang berada di kalangan ekonomi menengah ke atas dianggap tak mempermasalahkan harga, melainkan mementingkan rumah yang memiliki kesan mewah serta material yang tidak pasaran.

Sebab bagi mereka, memiliki rumah di usia muda adalah suatu capaian sekaligus menjadi tempat peristirahatan hingga masa tua nanti.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur mengatakan, bila pembelinya berusia produktif yang memang mencari hunian untuk ditinggali, bukan sekedar berinvestasi.

"Konsumen kita rata-rata usia produktif, mulai dari usia 20 tahunan, itu karena orang tua. Usia 30 hingga 40 tahunan memang sehari-harinya bekerja, hingga 50 tahunan,"kata Albert, Jumat (31/10/2025).

Dan mereka mayoritas menginginkan rumah yang ukurannya tidak terlalu besar. Bila tahun 90-an hingga 2.000-an awal, pembeli akan mencari rumah dengan lebar mulai dari 20 hingga 30 meter persegi.

Namun sekarang, mereka mencari yang memiliki luas tak seberapa, namun fungsi yang sangat kekinian. Tampilan desain yang lebih modern, bisa mengaplikasikan kolam renang atau taman, bahan material yang diimpor dari Jerman dan Italia, semua pilihan ada di tangan penghuninya.

"Kalau tipe besar ini mereka beranggapan perawatannya cukup sulit, sementara mereka masih memiliki aktivitas yang sangat tinggi. Jadi masih mau memiliki rumah sultan istilahnya, namun dengan perawatan yang terjangkau oleh diri sendiri,"katanya.

Segmen di Bawah Rp 5 Miliar Masih Laris Manis

Inspirasi Pagar Rumah yang Bisa Meningkatkan Nilai Properti (Sumber: gemini.com)

Sementara, segmen hunian rumah tapak elit di harga kelas menengah ke atas, masih menjadi paling menarik. Albert menuturkan, saat ini Summarecon Serpong masih bermain pada penjualan di kisaran Rp 3 miliar sampai Rp 7 miliaran.

"Mungkin tahun depan kami akan mulai yang high, tidak terlalu tinggi, mungkin di kisaran Rp 20 miliaran per unit nya,"katanya.

Menurutnya, pasar medium-high masih seksi untuk diperjual-belikan. Diantara kebijakan pemerintahan, Summarecon Serpong mampu meroketkan penjualan di angka 80 persen pertumbuhannya, jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

"Mungkin di akhir tahun akan dibukukukan 100 persen penjualannya dibandingkan tahun lalu,"ujarnya.

Sementara, pada periode jelang akhir tahun ini, Summarecon Serpong membanderol Cluster Heron untuk Tipe Ardea dengan harga mulai dari Rp 5,3 miliar hingga Rp 13,6 miliar. Total ada 208 unit yang dipasarkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya