Sandiaga: Kreativitas Sumber Daya Baru Bangsa Kita

Sandiaga menyoroti pentingnya mempercepat transformasi digital dan kemitraan antara UMKM dan industri besar agar Indonesia dapat menembus pasar global.

oleh Tim NewsDiterbitkan 30 Oktober 2025, 06:00 WIB
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menghadiri Acara Simbiosis Bisnis 2025 di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Acara tersebut menghadirkan ratusan pelaku usaha, pemilik pabrik, dan brand kreatif nasional dalam forum kolaboratif bertema “Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi Menuju Ekonomi Indonesia yang Tangguh.”

Kegiatan ini menjadi wadah business matching dan networking antara industri dan pelaku usaha lokal, dengan tujuan memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan. Sejumlah pembicara inspiratif turut berbagi wawasan, di antaranya Ryan Maurice Tallulah, pengusaha multibisnis, Edho Zell, CEO, Tretan Muslim, serta Ivan Ruben dari Google Indonesia.

Sandiaga menyampaikan pidato bertajuk “Makna Bisnis Simbiosis dan Outlook Ekonomi 2026.”

Dalam paparannya, Sandiaga menegaskan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia terletak pada kemampuan dunia usaha untuk berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi lintas sektor di tengah ketidakpastian global.

“Kita harus berani berubah. Dunia usaha tidak lagi bisa berjalan sendiri-sendiri. Ini adalah eranya kolaborasi untuk tumbuh bersama,” ujar Sandiaga dalam keterangannya.

 

Peran Vital UMKM

Sandiaga menilai UMKM memiliki peran vital karena menyumbang 61 persen terhadap PDB nasional dan menciptakan 97 persen lapangan kerja di Tanah Air. Meski demikian, tantangan besar masih ada — sekitar 70 persen UMKM belum memiliki akses pembiayaan yang setara, dan baru 21 persen yang go digital.

Ia menekankan pentingnya percepatan digitalisasi, kemitraan dengan industri besar, serta penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) sebagai akselerator pertumbuhan.

Ia juga menyoroti pentingnya mempercepat transformasi digital dan kemitraan antara UMKM dan industri besar agar Indonesia dapat menembus pasar global.

“Kreativitas adalah sumber daya baru bangsa kita. Jika dipadukan dengan teknologi dan semangat gotong royong, ekonomi kreatif Indonesia akan menjadi kekuatan dunia,” tambahnya.

Sandiaga menutup dengan ajakan untuk menerapkan prinsip 3C — Creativity, Change, dan Collaboration sebagai fondasi bisnis modern yang perlu di terapkan di tahun 2026 yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya