Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Jumat, (31/10/2025). IHSG hari ini berpotensi naik ke 8.268-8.354.
IHSG mendaki 0,22% ke posisi 8.184 dan disertai dengan ada peningkatan volume pembelian, penguatannya mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian dan mencapi target minimal yang diberikan.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sedang berada pada awal wave (ii) dari wave [iii] sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya. “Adapun area penguatan terdekat berada di 8.268-8.354,” kata Herditya dalam catatannya.
Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.042,7.967 dan level resistance 8.269,8.365 pada perdagangan Jumat pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 8.020-8.290.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas
1.PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness
Saham ADMR terkoreksi 2,01% ke 1.465 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v],” kata Herditya.
Buy on Weakness: 1.420-1.445
Target Price: 1.555, 1.640
Stoploss: below 1.400
2.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Spec Buy
Saham ANTM terkoreksi 2,50% ke 3.120 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu menembus cluster MA20 dan MA60. “Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [d] dari wave 4 pada pola triangle,” kata Herditya.
Spec Buy: 3.060-3.120
Target Price: 3.370, 3.580
Stoploss: below 3.020
Rekomendasi Teknikal
3.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness
Saham DEWA menguat 5,19% ke 324 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih belum mampu menembus MA20. “Kami perkirakan, posisi DEWA saat ini berada di awal wave [v] dari wave C,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 302-316
Target Price: 344, 360
Stoploss: below 286
4.PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Buy on Weakness
Saham ERAA terkoreksi 3,23% ke 420 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi ERAA sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1,” ujar dia.
Buy on Weakness: 404-418
Target Price: 442, 470
Stoploss: below 394
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 30 Oktober 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Kamis, (30/10/2025). IHSG hari ini meski menguat, tetapi gagal mempertahankan posisi 8.200.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,22% ke posisi 8.184,06. Indeks saham LQ45 bertambah 0,03% ke posisi 836,94. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.231,88 dan level terendah 8.145,60. Sebanyak 346 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, kenaikan IHSG tertahan lantaran 308 saham melemah. 158 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.286.140 kali dengan volume perdagangan 36,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 21,8 tirliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.628.
Pasar Negosiasi
Di pasar negosiasi, transaksi saham IMPC mencapai Rp 1 triliun. Harga saham IMPC diturup turun 19,36% ke posisi Rp 2.000 per saham di pasar negosiasi dengan total frekuensi perdagangan empat kali. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 2.420 dan terendah Rp 2.000 per saham. Voluma perdagangan saham tercatat 5.001.676 saham.
Dari 11 sektor saham, enam sektor saham menghijau. Sektor saham teknologi naik 1,87%. Sektor saham energi menguat 1,3%, sektor saham industri bertambah 0,87%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,18%. Sektor saham kesehatan menanjak 0,19%.
Sementara itu, sektor saham transportasi merosot 0,88%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti tergelincir 0,52%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,48%, sektor saham basic turun 0,46%, dan sektor saham infrastruktur terpangkas 0,18%.