Rekomendasi Saham Hari Ini 31 Oktober 2025: ADMR, ANTM, DEWA, hingga ERAA

Berikut rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Jumat, (31/10/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 31 Oktober 2025, 06:49 WIB
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Jumat, (31/10/2025). IHSG hari ini berpotensi naik ke 8.268-8.354.

IHSG mendaki 0,22% ke posisi 8.184 dan disertai dengan ada peningkatan volume pembelian, penguatannya mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian dan mencapi target minimal yang diberikan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sedang berada pada awal wave (ii) dari wave [iii] sehingga IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya. “Adapun area penguatan terdekat berada di 8.268-8.354,” kata Herditya dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 8.042,7.967 dan level resistance 8.269,8.365 pada perdagangan Jumat pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 8.020-8.290.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas

1.PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness

Saham ADMR terkoreksi 2,01% ke 1.465 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 1.420-1.445

Target Price: 1.555, 1.640

Stoploss: below 1.400

 

2.PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Spec Buy

Saham ANTM terkoreksi 2,50% ke 3.120 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu menembus cluster MA20 dan MA60. “Kami perkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [d] dari wave 4 pada pola triangle,” kata Herditya.

Spec Buy: 3.060-3.120

Target Price: 3.370, 3.580

Stoploss: below 3.020

 

Rekomendasi Teknikal

Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

 3.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness

Saham DEWA menguat 5,19% ke 324 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih belum mampu menembus MA20. “Kami perkirakan, posisi DEWA saat ini berada di awal wave [v] dari wave C,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 302-316

Target Price: 344, 360

Stoploss: below 286

 

 

 

4.PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Buy on Weakness

Saham ERAA terkoreksi 3,23% ke 420 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi ERAA sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1,” ujar dia.

Buy on Weakness: 404-418

Target Price: 442, 470

Stoploss: below 394

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 30 Oktober 2025

Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Kamis, (30/10/2025). IHSG hari ini meski menguat, tetapi gagal mempertahankan posisi 8.200.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,22% ke posisi 8.184,06. Indeks saham LQ45 bertambah 0,03% ke posisi 836,94. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.231,88 dan level terendah 8.145,60. Sebanyak 346 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, kenaikan IHSG tertahan lantaran 308 saham melemah. 158 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham mencapai 2.286.140 kali dengan volume perdagangan 36,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 21,8 tirliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.628.

 

 

Pasar Negosiasi

Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Di pasar negosiasi, transaksi saham IMPC mencapai Rp 1 triliun. Harga saham IMPC diturup turun 19,36% ke posisi Rp 2.000 per saham di pasar negosiasi dengan total frekuensi perdagangan empat kali. Harga saham IMPC berada di level tertinggi Rp 2.420 dan terendah Rp 2.000 per saham. Voluma perdagangan saham tercatat 5.001.676 saham.

Dari 11 sektor saham, enam sektor saham menghijau. Sektor saham teknologi naik 1,87%. Sektor saham energi menguat 1,3%, sektor saham industri bertambah 0,87%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,18%. Sektor saham kesehatan menanjak 0,19%.

Sementara itu, sektor saham transportasi merosot 0,88%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti tergelincir 0,52%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,48%, sektor saham basic turun 0,46%, dan sektor saham infrastruktur terpangkas 0,18%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya