Bank Permata Catat Laba Bersih Rp 2,9 Triliun hingga September 2025

Intip kinerja Bank Permata hingga September 2025.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 29 Oktober 2025, 12:49 WIB
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Permata Tbk (BNLI) menunjukkan performa solid hingga kuartal III 2025. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, bank yang merupakan bagian dari Bangkok Bank ini mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,4% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 158,9 triliun. 

Laba bersih setelah pajak juga meningkat hingga mencapai Rp 2,9 triliun, sementara laba sebelum pencadangan (PPOP) naik 4,9% YoY menjadi Rp 5 triliun.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan capaian ini menjadi pijakan penting bagi langkah bank menuju fase pertumbuhan berikutnya.

“Kinerja positif Permata Bank sepanjang sembilan bulan ini menjadi landasan penting bagi perjalanan Bank menuju fase pertumbuhan selanjutnya. Pencapaian ini mencerminkan ketangguhan dan komitmen kami untuk terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” ujar Meliza dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (29/10/2025).

 

Likuiditas dan Kredit Tetap Terjaga Sehat

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Permata Bank berhasil menjaga prinsip kehati-hatian dan struktur likuiditas yang sehat. Rasio Loan to Deposit (LDR) tercatat di level 80,9%, dengan total aset naik 5,7% YoY menjadi Rp269,3 triliun pada September 2025.

Dari sisi dana pihak ketiga, total simpanan nasabah tumbuh 6,9% menjadi Rp195,9 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang melonjak 17,3%. Rasio CASA pun naik signifikan dari 55,1% menjadi 60,5%.

Kualitas kredit tetap terkendali, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) gross di angka 2,1% dan Loan at Risk (LAR) sebesar 7%. Permata Bank juga menjaga coverage ratio yang konservatif, masing-masing 351% untuk NPL dan 107% untuk LAR.

 

Permodalan Kuat, Jadi Pondasi Pertumbuhan

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rasio permodalan bank juga menunjukkan kekuatan yang solid. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 35,0%, sementara CET-1 ratio tercatat 26,8%. Angka ini termasuk yang tertinggi di antara bank-bank besar di Indonesia. Likuiditas pun tetap kokoh dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 292,9% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di 132,9%.

Permodalan yang kuat ini menjadi bekal bagi Permata Bank untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis di masa depan, baik secara organik maupun melalui ekspansi strategis.

 

Unit Syariah Terus Tumbuh

Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kinerja positif juga datang dari Permata Bank Syariah, yang mencatat laba operasional sebelum provisi sebesar Rp 598,6 miliar, tumbuh 12% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil naik 9,4% YoY, dengan efisiensi biaya yang tetap terjaga.

Simpanan nasabah di unit usaha syariah mencapai Rp 26,9 triliun, naik 15,1% YoY. Rasio CASA UUS Permata Bank pun berada di 66,1%, di atas rata-rata industri perbankan syariah nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya