Kapal Misterius di Laut Rote: Polisi Tangkap 7 Warga China dan 3 ABK Asal Sulawesi

Kasus ini kini tengah diselidiki lebih lanjut oleh Polres Rote Ndao bersama Polda NTT untuk memastikan asal-usul kapal, tujuan pelayaran, serta status keimigrasian para penumpangnya.

oleh Ola KedaDiterbitkan 28 Oktober 2025, 08:40 WIB
Anggota Polres Rote Ndao saat mengamankan tujuh WNA China di perairan selatan Rote Ndao, NTT. (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, NTT Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui jajaran Polres Rote Ndao berhasil mengamankan satu unit kapal laut tanpa identitas di perairan selatan Pulau Rote, tepatnya di wilayah Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

Dari operasi itu, petugas menangkap tujuh warga negara asing (WNA) asal China dan tiga anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi Tenggara.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono menuturkan, informasi awal diperoleh sekitar pukul 16.00 WITA, ketika sekelompok nelayan yang sedang memancing di perairan dekat Pulau Ndana melihat sebuah kapal berwarna putih yang mencurigakan. Kapal tersebut tampak terparkir dengan mesin masih menyala tanpa tanda identitas yang jelas.

Salah satu nelayan bernama Muhidin kemudian melaporkan penemuan itu kepada Bhabinkamtibmas Desa Dalek Esa, Bripka Edy Suryadi, yang segera meneruskan laporan tersebut ke Polres Rote Ndao.

Setelah mendapat laporan, polisi kemudian menggiring kapal tersebut menuju Pelabuhan Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya.

"Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tiga ABK WNI dan tujuh penumpang WNA asal China di atas kapal," kata Mardiono, Selasa (28/10/2025).

Ketiga ABK yang diamankan masing-masing berinisial AC (22), JS (32), dan IDR (46), seluruhnya berasal dari Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Sementara tujuh imigran ilegal asal China yang diamankan berinisial LWS (34), CXB (46), LSJ (39), ZJ (42), HX (46), ZZY (48), dan SY (35).

Diperiksa: Memastikan Tujuan dan Aktivitas Kapal

Mardiono menyampaikan pihaknya sedang melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan tujuan dan aktivitas kapal tersebut.

“Untuk tiga orang WNI dilakukan pemeriksaan intensif. Sedangkan tujuh WNA asal China akan kami koordinasikan dengan pihak Imigrasi Kupang untuk proses hukum dan keimigrasian,” ujar dia.

Mardiono juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap memberikan laporan.

“Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat yang melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada Polri. Sinergi ini menjadi kunci agar tindakan kepolisian dapat dilakukan cepat dan tepat,” tandasnya.

Saat ini, kapal tanpa nama tersebut telah diamankan di Ppelabuhan Oebou untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim gabungan Polres Rote Ndao, Polairud, dan pihak Imigrasi Kupang.

Respon Kapolda NTT

Menanggapi penangkapan kapal asing, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, memberikan apresiasi atas kinerja cepat personel di lapangan.

“Tindakan ini menunjukkan kesiapsiagaan Polri dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan NTT, khususnya di daerah perbatasan,” ungkapnya.

Polda NTT memastikan akan terus mengusut tuntas kasus ini guna mengungkap jaringan penyelundupan manusia.

"Kami terus berkomitmen untuk memperketat pengawasan di wilayah perairan, terutama jalur-jalur rawan penyelundupan manusia dan aktivitas ilegal lintas negara. Kami juga mendorong masyarakat pesisir agar tidak ragu melapor bila menemukan aktivitas yang mencurigakan di laut,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya