Liputan6.com, Jakarta - Langit Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan berawan tebal pada Sabtu (25/10/2025). Demikianlah prakiraan cuaca hari ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, seluruh wilayah Jakarta akan berawal tebal pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Advertisement
Kemudian pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diperkirakan akan tetap berawan tebal. Kondidi langit tertutup awan tebal ini akan terus terjadi hingga malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.
Sementara di wilayah penyangga Jakarta, yaitu di wilayah Kota Bogor dan Kota Depok, Jawa Barat juga diprediksi langitnya akan tertutup awan tebal sepanjang hari.
Lalu, cuaca serupa juga terjadi di wilayah Kota Tangerang, Banten. Wilayah Tangerang diprakirakan akan berawan tebal pada pagi hari.
Namun diprediksi aka turun hujan dengan intensitas ringan pada siang hari, dan kembali berawan tebal pada malam hari.
Selanjutnya, di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat diprakirakan akan mengalami cuaca yang sama, yakni berawan tebal pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.
Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari lama resmi BMKG www.bmkg.co.id:
| Kota | Pagi | Siang | Malam |
| Jakarta Barat | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Jakarta Pusat | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Jakarta Selatan | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Jakarta Timur | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Jakarta Utara | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Kepulauan Seribu | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Bekasi | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Depok | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Kota Bogor | Berawan Tebal | Berawan Tebal | Berawan Tebal |
| Tangerang | Berawan Tebal | Hujan Ringan | Berawan Tebal |
Pakar Kesehatan Jelaskan Bahaya Air Hujan Mengandung Mikroplastik di Jakarta: Jantung Hingga Stroke
Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta ternyata mengandung partikel mikroplastik. Temuan ini disampaikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pakar Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama menegaskan, keberadaan mikroplastik dalam hujan dapat berdampak serius terhadap kesehatan. Tak hanya efek jangka pendek, paparan mikroplastik juga membawa risiko jangka panjang yang tak bisa diabaikan.
Dalam jangka pendek, mikroplastik yang terhirup bisa menyebabkan iritasi saluran pernapasan.
"Gejalanya bisa berupa batuk, sesak napas, hingga peradangan pada paru-paru akibat stres oksidatif," jelas Ngabila kepada Liputan6.com, Rabu 22 Oktober 2025.
Tak hanya itu, mikroplastik yang tertelan melalui makanan atau minuman juga bisa mengganggu sistem pencernaan, memicu iritasi pada usus, hingga mengganggu keseimbangan flora usus.
Ancaman lainnya adalah potensi gangguan hormon. Mikroplastik dapat membawa zat kimia tambahan atau polutan lingkungan yang dapat masuk ke dalam tubuh dan memengaruhi sistem hormon, meski secara sementara.
"Bisa menyebabkan gangguan hormon sementara atau penyerapan racun pembawa plastik juga," ucap Ngabila.
Tak hanya berdampak langsung, mikroplastik yang tersebar di lingkungan, termasuk dalam hujan menyimpan bahaya jangka panjang bagi tubuh manusia. Paparan terus-menerus bisa merusak jaringan dan organ vital.
Bisa Merusak Sel Sehat
Dalam sejumlah studi, mikroplastik yang ditemukan dalam jaringan manusia memicu inflamasi kronis dan merusak sel-sel sehat.
Ngabila menjelaskan bahwa ancaman ini tidak berhenti di sana. Penelitian terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara mikroplastik dalam plak arteri dengan peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.
"Studi terkini menunjukkan kemungkinan hubungan antara keberadaan mikroplastik dalam plak arteri dan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke," jelas Ngabila.
Mikroplastik juga membawa risiko gangguan hormon dan reproduksi. Zat kimia seperti BPA dan ftalat yang menempel pada mikroplastik dapat mengganggu sistem hormonal, menurunkan kesuburan, menghambat perkembangan janin, bahkan menyebabkan berat lahir rendah.
Dampak yang lebih serius juga mencakup potensi genotoksisitas, kerusakan pada DNA dan aktivitas gen yang bisa meningkatkan risiko kanker. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa partikel mikroplastik dapat menimbulkan stres oksidatif dan mutasi genetik.
Ngabila juga menyebut kemungkinan gangguan metabolik dan imunologis, termasuk pada anak dan janin.
“Mikroplastik dapat menembus aliran darah ibu dan ditemukan di plasenta. Ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak,” jelasnya.