Perempuan Tiongkok Didakwa atas Pencurian Emas Senilai Rp29 Miliar di Museum Prancis

Pencurian emas ini terjadi pada September lalu.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 22 Oktober 2025, 12:41 WIB
Ilustrasi emas. (Dok. Foto by AI)

Liputan6.com, Paris - Seorang perempuan asal Tiongkok ditangkap dan didakwa atas kasus pencurian emas dari Museum Sejarah Alam di Paris — salah satu dari serangkaian pembobolan besar yang belakangan menimpa institusi budaya di Prancis. Demikian diungkapkan jaksa pada Selasa (21/10/2025).

Menurut jaksa Paris, Laure Beccuau, perempuan berusia 24 tahun itu ditangkap di Barcelona pada 30 September karena diduga terlibat dalam pembobolan museum dan pencurian emas senilai lebih dari 1 juta euro. Ia kemudian diserahkan kepada otoritas Prancis pada 13 Oktober dan pada hari yang sama didakwa atas tuduhan pencurian serta persekongkolan kriminal sebelum akhirnya ditempatkan dalam tahanan sementara.

Melansir CNA, penyelidikan mengungkap bahwa tersangka meninggalkan Prancis pada hari terjadinya pembobolan, 16 September, dan sedang bersiap untuk kembali ke Tiongkok. Saat ditangkap, ia kedapatan membawa hampir satu kilogram potongan emas yang telah dilelehkan dan berusaha untuk menjualnya.

Pencurian terjadi pada malam hari dan dilakukan oleh pihak yang digambarkan oleh direktur museum saat itu sebagai tim yang sangat profesional. Kurator museum mengetahui adanya pencurian setelah seorang petugas kebersihan melaporkan adanya serpihan dan puing di lokasi pameran.

Barang-barang yang dicuri mencakup sejumlah bongkahan emas bersejarah dari berbagai belahan dunia. Di antaranya, emas dari Bolivia yang disumbangkan pada Abad ke-18; emas dari wilayah Ural di Rusia yang merupakan hadiah dari Tsar Nicholas I pada tahun 1833; serta emas dari California yang berasal dari masa demam emas. Selain itu, bongkahan emas terbesar—seberat lima kilogram—yang ditemukan di Australia pada tahun 1990 juga ikut dicuri.

Sorotan terhadap Keamanan Museum Prancis

Secara keseluruhan, hampir 6 kilogram emas alami berhasil dicuri. Nilainya diperkirakan mencapai 1,5 juta euro atau sekitar Rp29 miliar, meskipun jaksa menegaskan bahwa nilai sejarah dan ilmiahnya "tidak ternilai". Emas alami sendiri merupakan paduan logam yang berisi emas dan perak dalam bentuk aslinya yang belum dimurnikan.

Dari hasil olah TKP, penyidik menemukan dua pintu museum yang dipotong menggunakan gerinda serta kotak pajangan yang dibuka dengan alat las. Berbagai peralatan seperti las, gerinda, obeng, tabung gas untuk alat las, dan gergaji juga ditemukan di sekitar lokasi.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan satu orang pelaku memasuki museum sekitar pukul 01.00 dan meninggalkannya sekitar pukul 04.00 waktu setempat.

Beccuau mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

Sementara itu, polisi Prancis juga masih memburu kelompok pencuri yang baru-baru ini melakukan perampokan berani di siang hari terhadap perhiasan tidak ternilai di Museum Louvre. Rangkaian peristiwa ini memicu kembali perdebatan publik mengenai lemahnya sistem keamanan di museum-museum Prancis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya