Liputan6.com, Jakarta Ketua Banggar DPR, Said Abdullah menyoroti empat hal penting dalam satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Menurutnya, empat hal ini perlu menjadi fokus utama pemerintah. Keempat hal tersebut pertama kedaulatan pangan, kedua kedaulatan energi, ketiga meningkatkan kesehatan, dan keempat pendidikan inklusif untuk seluruh rakyat.
Advertisement
"Keempat hal tersebut menjadi fondasi sekaligus estafet penting, apakah Indonesia bisa mencapai visi indonesia emas 2045 atau tidak, yakni menjadi negara dengan demografi berpendidikan tinggi, harapan hidup bisa lebih dari 75 tahun dan penghasilan perkapita bisa mencapai 23 ribu USD," kata Said saat dikonfirmasi, Senin (20/10/2025).
Dari keempat prioritas program tersebut, Politikus PDIP ini melihat ada sejumlah kemajuan sekaligus catatan yang perlu diperbaiki oleh pemerintah.
Pertama, program kedaulatan pangan, setahun pemerintah telah melakukan beberapa hal, seperti pembukaan lahan pertanian di Papua, pembentukan bataliyon pangan, termasuk perhatian Presiden untuk pupuk murah dan mudah bagi petani.
"Ada sejumlah hal penting yang perlu di dipertimbangkan pemerintah yang mungkin belum menjadi perhatian, antara lain; pentingnya pemberian lahan bagi petani di Jawa. Program refistribusi lahan untuk petani di Jawa sangat penting, karena rata rata kepemilikan lahan petani kurang dari 2 ha alias petani gurem, sementara untuk bisa hidup layak, petani harus memiliki minimal 3 ha," bebernya.
Kedua, lanjut Said, terkait dengan kedaulatan energi belum ada agenda yang bisa langsung di rasakan rakyat. "Terbaru kita malah melihat banyak SPBU non Pertamina kehabisan BBM karena kebijakan pasokan yang harus mengambil dari Pertamina," ungkap dia.
Sektor Energi
Said membeberkan, tersapat 4 program penting pada sektor energi yang bisa menjadi indikator keberhasilan bagi pemerintah kedepan.
Pertama, adanya kilang minyak bumi yang mampu melakukan pengolahan di dalam negeri, dan mampu memenuhi kapasitas kebutuhan nasional. Kedua, bauran energi baru dan terbarukan yang semakin besar menggantikan produksi dan konsumsi minyak bumi.
Ketiga, peningkatan produksi dan konsumsi energi nasional dari listrik karena cadangan batubara yang besar sehingga bisa memunuhi kebutuhan domestik, dan keempat tata kelola subsidi energi yang tepat sasaran.
Kesehatan dan Pendidikan
Sementara program sektor kesehatan, Said menilai pemerintah memiliki sejumlah program yang bagus, seperti pembangunan rumah sakit tipe c di setiap kabupaten/kota, pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga.
"Saya kira program ini perlu segera dieskalasikan, dan tentu membutuhkan tenaga kesehatan dan peralatan kesehatan dalam jumlah yang sangat banyak," ungkapnya.
Namun Said melihat fokus pemerintah masih pada sisi kuratif, sementara kebijakan dan program kesehatan preventif belum massif dan belum menjadi gerakan hidup warga.
"Kalau pemerintah fokus di kuratif, biayanya sangat mahal, dan fiskal kita sangat terbatas. Kemenkes, dan BP POM, perlu kolaborasi dengan masyarakat untuk membangun gaya hidup (lifestyle) sehat, sebagai bagian dari citra diri generasi emas Indonesia," jelas dia.
Untuk program pendidikan, Said menyebut pemerintah juga telah memulai sejumlah program penting, seperti pembangunan sekolah garuda. Sebaiknya sekolah garuda di fokuskan ke daerah daerah yang memerlukan sekolah tambahan, sehingga akses pendidikan berkualitas bisa lebih inklusif.
"Saya kira pemerintah perlu melaksanakan putusan MK yang memerintahkan sekolah gratis untuk SD dan SMP baik negeri maupun swasta, bahkan bila perlu gratis hingga SMA/SMK," terangnya.