Usai Bunuh Istri, Pria di Banyuwangi Serahkan Diri ke Polisi Lewat WhatsApp

Pria di Banyuwangi melaporkan kasus pembunuhan yang dilakukan ke Polisi. Dia juga menyerahkan diri. Itu disampaikan lewat WhatsApp. Polisi langsung menangkap pelaku.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 20 Oktober 2025, 16:31 WIB
Polisi Lakukan olah TKP di rumah korban pembunuhan di Banyuwangi (istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Polisi menangkap pria berinisial GDF (41) pelaku pembunuhan terhadap istrinya, BW (52) di Banyuwangi. Dia ditangkap di rumahnya, Jalan Serayu, Lingkungan Wirodayan, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi.

GDF menyerahkan diri sekaligus melaporkan pembunuhan yang dilakukannya lewat WhatsApp ke salah satu personel Polresta Banyuwangi. 

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra mengatakan terduga pelaku melapor ke salah satu personel unit laka sekitar pukul 08.30 WIB. Dalam keterangannya pelaku mengirimkan alamat dan ingin menyerahkan diri setelah membunuh istrinya.

"Beberapa menit berselang, Tim Resmob mendatangi lokasi kejadian," kata Rama usai meninjau TKP.

Saat polisi tiba di TKP posisi terduga pelaku duduk di teras. Pintu rumah dalam posisi terbuka. Sementara korban dalam keadaan tergeletak di ruang makan dengan keadaan meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia dengan posisi luka tusuk di dada. Pengakuan terduga pelaku ia menusuk menggunakan pisau dapur," terangnya. 

Berdasarkan informasi yang diterima pasutri ini memiliki 3 anak. Pada saat kejadian ketiga anaknya sedang bersekolah.  

Selain mengamankan terduga pelaku polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Sementara ini polisi masih melakukan pendalaman terkait motif pembunuhan itu. 

"Untuk motif masih kami dalami. Sementara jenazah korban sudah kami evakuasi ke rumah sakit untuk diotopsi," tegasnya.

Polisi Lakukan olah TKP di rumah korban pembunuhan di Banyuwangi (istimewa)

Keluarga Tidak Pernah Ada Keributan

Salah satu tetangga korban yakni Rosi bercerita, saat kejadian para tetangga tidak ada yang mengetahui. Para tetangga baru mengetahui ketika polisi berdatangan ke lokasi. 

"Tidak ada keributan. Tahu-tahu sudah ada polisi datang," ujar Rosi. 

Sepengatahuannya keluarga ini cukup harmonis. Hampir tidak pernah diketahui pertengkaran diantara keduanya. 

Lurah Panderejo, Muchammad Safii, menyebut pasutri tersebut dikenal warganya sebagai keluarga baik-baik. 

"Kesehariannya normal, kerja pagi pulang malam, jarang berinteraksi. Ekonomi juga baik,' ujarnya.

Pasutri ini merupakan pegawai. Si suami bekerja di perusahaan BUMN, sementara korban bekerja di salah satu bank swasta. Pasutri tersebut memiliki tiga anak yang saat kejadian berada di luar rumah. 

"Anak pertama kuliah, yang kedua masih SMK dan yang terakhir SMP," terang Lurah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya