Menaker Yassierli: Transisi Hijau Jadi Momentum Emas Transformasi Dunia Kerja Indonesia

Menaker Yassierli menyebut transisi ekonomi hijau sebagai momentum emas transformasi ketenagakerjaan nasional melalui peningkatan kompetensi dan penguatan pelatihan hijau.

oleh Umi Zakiyatun KhasanahDiterbitkan 20 Oktober 2025, 15:18 WIB
Menaker Yassierli saat menyampaikan sambutan dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/10/2025). ©Kemnaker.

Liputan6.com, Jakarta Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau merupakan momentum strategis untuk melakukan transformasi ketenagakerjaan nasional. Menurutnya, transisi hijau tidak hanya berkaitan dengan agenda lingkungan, tetapi juga membuka peluang besar bagi penciptaan pekerjaan layak, penguatan kompetensi tenaga kerja, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Transisi hijau hanya akan berhasil jika tenaga kerja kita siap beradaptasi dengan perubahan. Kami memastikan setiap pekerja memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan berperan aktif dalam sektor ekonomi hijau,” ujar Yassierli dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/10/2025).

Penguatan SDM Jadi Kunci Keberhasilan Transisi Hijau

Menaker Yassierli berfoto bersama para panelis usai sesi diskusi IISF 2025 di Jakarta. ©Kemnaker.

Menaker Yassierli menekankan bahwa keberhasilan transisi hijau sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mempercepat program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui upskilling dan reskilling yang berfokus pada pengembangan keterampilan hijau (green skills).

Dalam memperkuat ekosistem pelatihan hijau, Kemnaker memperluas kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, dan organisasi internasional. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pelatihan, mempercepat transformasi Balai Latihan Kerja (BLK), serta menjadikannya pusat pelatihan adaptif yang responsif terhadap kebutuhan industri masa depan.

“Transformasi BLK merupakan langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja menghadapi perubahan struktur ekonomi. Melalui pelatihan hijau, kami ingin mencetak SDM yang tangguh, kompeten, dan berdaya saing dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Transisi Hijau Berpusat pada Manusia

Lebih lanjut, Menaker menegaskan bahwa transisi menuju ekonomi hijau harus berpusat pada manusia. Setiap pekerja harus mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan kesempatan yang setara agar tidak ada yang tertinggal dalam proses transformasi ini.

“Transisi hijau bukan semata agenda lingkungan, melainkan bagian dari strategi nasional untuk menciptakan pekerjaan berkualitas, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” pungkas Yassierli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya