6 Siasat BUMN Pangan di Setahun Prabowo-Gibran

Holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food telah menajalnkan 6 mandat strategis di satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 20 Oktober 2025, 11:00 WIB
Holding BUMN Pangan ID Food mengimpor 32.500 ton gula kristal putih (GKP)

Liputan6.com, Jakarta Holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food telah menajalnkan 6 mandat strategis di satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Mulai dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga serap gula petani lokal.

SVP Sekretaris Perusahaan ID FOOD, Yosdian Adi Pramono, menuturkan langkah ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

“Sebagai BUMN pangan, kami berkomitmen memastikan pasokan dan harga pangan tetap stabil. Setiap inisiatif ID Food berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yosdian dalam keterangan resmi, Senin (20/10/2025).

ID Food telah menjalankan beberapa strategi demi menjaga suplai pangan ke masyarakat. Pertama, penyaluran SPHP di seluruh wilayah Indonesia. Per Oktober 2025, ID Food telah menyalurkan 9.500 ton beras SPHP ke berbagai daerah di Indonesia melalui lebih dari 50 cabang operasional.

Distribusi SPHP dilakukan tidak hanya melalui jaringan tradisional, tetapi juga diperkuat di ritel modern nasional seperti Indomaret, Alfamart, Hypermart, Lion Superindo, TIP TOP, Transmart, Naga Swalayan, dan HERO. “Langkah ini merupakan bentuk dukungan ID FOOD dalam menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat,” tambahnya.

Kedua, benih unggul untuk dongkrak produksi hulu.Melalui PT Sang Hyang Seri, ID Food telah memasok 5,9 juta kilogram benih padi unggul selama Triwulan III 2025. Jumlah ini setara dengan 185 ribu hektare lahan tanam yang tersebar di 93 kabupaten dan 21 provinsi.

“Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dari sisi produksi, memastikan petani mendapatkan benih berkualitas yang mampu meningkatkan hasil panen,” terangnya.

 

Serap Gula Petani

Perwakilan petani tebu menuliskan kata kata saat berunjuk rasa di sekitar depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10). Puluhan perwakilan petani tebu berunjuk rasa menuntut pemerintah menyetop impor gula. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Ketiga, menyerap gula petani tebu. ID Food bersama Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau SugarCo dan mitra pedagang telah menyerap 121.312 ton gula, di mana 92.830 ton di antaranya berasal langsung dari petani tebu. Menurut Yosdian, langkah ini mempertegas komitmen ID FOOD dalam menstabilkan harga di tingkat petani sekaligus menjaga pasokan gula nasional tetap aman.

Keempat, perluas distribusi ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). ID Food telah hadir di 298 titik distribusi di seluruh Indonesia, dengan target memperluas jangkauan hingga 1.836 titik.

“Dalam program ini, ID FOOD menyediakan berbagai produk unggulan pangan, seperti beras, gula, minyak goreng, daging, telur, ikan, garam, dan benih. Dukungan produk pangan berkualitas di KDMP ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis desa,” jelasnya.

 

Stabilisasi Harga Pasar Murah

Musim giling tebu yang dimulai sejak Mei 2025 secara nasional hingga kini masih berlangsung. Hasil produksi berupa gula kristal putih (GKP) dan tetes tebu tahun ini milik petani masih menumpuk. (Istimewa)

Kelima, ID Food ikut dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk stabilisasi harga pangan. Sejak 2024 hingga September 2025, ID Food telah berpartisipasi aktif dalam 400 titik pelaksanaan di 31 provinsi.

Keenam, ID Food juga menggenjot produksi garqm nasional. Hingga September 2025, produksi garam ID Food mencapai 51 ribu ton, terdiri atas 29 ribu ton pada 2024 dan 22 ribu ton hingga September 2025.

“Capaian ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketersediaan bahan baku industri dan konsumsi garam nasional,” ucapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya