Revitalisasi Tangki LNG Arun F-6004 Ditarget Rampung Akhir 2025

Progres revitaliasi tangki LNG Arun F-6004 hingga Juni 2025 telah mencapai 81,1 persen untuk tangki dan 94,39 persen untuk fasilitas pendukungnya, dengan target commissioning pada akhir 2025.

oleh Septian DenyDiterbitkan 17 Oktober 2025, 13:45 WIB
PT Perta Arun Gas (PAG) melakukan pengapalan LNG dengan tujuan pasar internasional pada Kamis, 28 Oktober 2021. (Dok Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat daya saing bisnis gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di kancah global. Hal ini seiring dengan berakhirnya proyek revitalisasi tangki LNG Arun F-6004 yang dijalankan PT Perta Arun Gas (PAG).

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, mengatakan, progres revitaliasi tangki LNG Arun F-6004 hingga Juni 2025 telah mencapai 81,1 persen untuk tangki dan 94,39 persen untuk fasilitas pendukungnya, dengan target commissioning pada akhir 2025.

Revitalisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah PGN untuk memperkuat fundamental bisnis LNG.

“Arun memiliki potensi besar sebagai hub LNG regional karena lokasinya yang strategis di jalur perdagangan utama dan kedekatannya dengan pasar LNG Asia Tenggara dan Asia Selatan. Revitalisasi tangki F-6004 menjadi langkah awal untuk mendukung arah tersebut,” ungkap Hery, Jumat (17/10/2025).

Tangki F-6004 yang kembali aktif nantinya diharapkan dapat meningkatkan utilisasi terminal hingga 25 persen. Dengan tambahan kapasitas ini, PGN memproyeksikan potensi kontribusi tambahan terhadap pendapatan konsolidasian, sekaligus memberikan dampak ekonomi positif melalui penciptaan lapangan kerja langsung maupun tidak langsung di wilayah Aceh.

 

Dinamika Industri Energi

Kargo LNG pertama dari Tangguh Train 3 kini tengah berlayar menuju fasilitas regasifikasi PLN di Arun, provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. (Dok SKK Migas)

Dengan proyek revitalisasi dan pengembangan bisnis Hub ini, PAG juga telah menunjukkan integritasnya bersaing dengan Reputable LNG Player di dunia.

Revitalisasi LNG Arun juga mencerminkan strategi PGN yang adaptif terhadap dinamika industri energi. Seiring meningkatnya permintaan LNG, pengembangan infrastruktur ini menjadi kunci penting untuk memperkuat fleksibilitas pasokan dan mendukung optimalisasi sumber gas domestik.

Selain kontribusi bisnis, proyek ini diharapkan membawa nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Aceh dan memperluas akses pemanfaatan LNG di tingkat nasional maupun regional.

“Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN berkomitmen mengelola infrastruktur LNG dengan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan. Upaya ini tidak hanya memastikan ketersediaan energi yang andal, tetapi juga memperkuat peran LNG sebagai bagian dari transisi energi bersih menuju target Net Zero Emission,” tutup Hery.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya