Liputan6.com, Jakarta - Penutupan pemerintahan (Shutdown) Amerika Serikat (AS) yang dimulai pada 1 Oktober 2025 ikut memicu kekhawatiran banyak warga Amerika Serikat. Namun, kondisi ini bukan berarti menjadi saat yang tepat untuk melakukan langkah keuangan besar seperti mengubah portofolio investasi atau merevisi rencana keuangan jangka panjang.
"Orang-orang cenderung meragukan keputusan finansial mereka saat muncul ketidakpastian, tetapi bereaksi karena rasa takut justru seringkali lebih menunjukkan banyak kerugian dibanding untungnya,” ujar Kepala Investasi di Northwestern Mutual, Brent Schutte, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (15/10/2025).
Advertisement
Brent menambahkan, meski shutdown saat ini bisa memicu volatilitas pasar, investor bisa tenang karena pasar telah pulih dari shutdown sebelumnya dalam jangka panjang.”
Seorang konsultan keuangan, Saja Evans, mengatakan baik kekhawatiran karena shutdown maupun faktor pribadi lainnya, ia menyarankan agar tidak mengambil keputusan besar terkait uang saat emosi sedang tinggi.
“Kalau Anda sedang sangat cemas, merasa tidak stabil, atau berpikir ‘ada apa ini ? Saya jadi Bingung.’ jangan pindahkan uang sama sekali,” kata Evans.
Berikut saran yang dia tekankan:
Selesaikan Dulu Siklus Stres
Evans menyarankan untuk mencari mekanisme koping (Coping Mechanism) yang tidak mengeluarkan uang. "Menghabiskan uang kadang terasa menyenangkan, tetapi rasa itu biasanya tidak bertahan lama dan bisa memperburuk kondisi finansial Anda,” ujarnya.
Beberapa aktivitas sederhana dan gratis yang bisa membantu meredakan kecemasan antara lain:
- Keluar rumah
- Menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga
- Menonton sesuatu yang lucu
- Mandi lama
"Dalam kondisi orang merasa sangat khawatir dan takut, mudah sekali muncul dorongan untuk langsung melakukan sesuatu. Itu sebabnya penting untuk tidak langsung memindahkan uang,” tegas Evans.
Ambil Keputusan Keuangan saat Tenang
Ia menyarankan agar kliennya untuk “menyelesaikan siklus stres” sebelum memutuskan perlu tidaknya tindakan finansial. Caranya bisa dengan menarik napas dalam, melakukan aktivitas yang menenangkan, atau hal lain yang membuat stres kembali ke level normal sehingga keputusan bisa diambil dengan jernih.
“Saya tidak ingin siapa pun memindahkan uang hanya karena merasa sedang dalam krisis, padahal kondisinya mungkin tidak sebesar yang mereka rasakan saat itu,” kata Evans.
Ia menambahkan, seringkali, saat seseorang melakukan hal impulsif, sehingga lupa dampak jangka panjangnya hanya demi meredakan perasaan sesaat.”
"Saya ingin orang mengambil keputusan finansial dalam kondisi tenang, teratur, dan terkendali," ia menambahkan.
Hindari Melakukan Langkah Spontan
Hingga kini, shutdown belum menimbulkan gejolak besar di pasar saham. Namun, situasinya bisa berubah.
"Karena hasil akhir dari negosiasi penutupan pemerintah masih belum pasti, sangat berisiko untuk mengubah investasi Anda berdasarkan ekspektasi tentang bagaimana keadaan akan terjadi," ujar Schutte.
Seperti halnya masa-masa penuh ketidakpastian lainnya, ia menyarankan para investor tetap pada rencana dan "menghindari gerakan spontan dengan uang mereka” demi menjaga kesehatan finansial jangka panjang. Bahkan jika pasar mengalami penurunan, secara historis pasar akan kembali pulih. Karena itu, para ahli juga menyarankan agar menunggu volatilitas pasar mereda, atau tidak terlalu sering mengecek akun investasi.
Jika merasa perlu mengubah rencana finansial atau bingung menentukan langkah, Schutte menyarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang bisa membantu melakukan penyesuaian yang bermanfaat dalam jangka panjang