Tak Mau Insiden Ponpes Al-Khoziny Terulang, AHY Minta Kemen PUPR Cek Seluruh Bangunan dan Fasilitas Umum

AHY menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dan setiap bangunan wajib memenuhi standar konstruksi yang aman dan layak.

oleh HendroDiterbitkan 09 Oktober 2025, 13:28 WIB
AHY Bicara Ponpes Al-Khoziny (Foto: Hendro Ary Wibowo/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Pascainsiden bangunan ambruk di Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta Kementerian PUPR melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan pondok pesantren di Indonesia. AHY menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap bangunan fasilitas umum lainnya seperti sekolah dan rumah sakit.

Permintaan ini disampaikan AHY saat meninjau pembangunan infrastruktur sumur bor di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, baru-baru ini. Menurutnya, tragedi robohnya bangunan musala Al-Khoziny menjadi pelajaran berharga agar seluruh pihak lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi bangunan.

"Kita semua harus belajar dari kejadian tragis di Sidoarjo. Keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan. Setiap bangunan, baik itu pondok pesantren, sekolah, rumah sakit, maupun fasilitas publik lainnya, harus memenuhi standar konstruksi yang benar," tegas AHY.

Tak Mau Insiden Bangunan Ambruk di Ponpes Al-Khoziny Terulang

Operasi pencarian dan penyelamatan korban runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, telah ditutup secara resmi pada Selasa, 7 Oktober 2025. (JUNI KRISWANTO/AFP)

AHY memastikan telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan adanya langkah konkret di lapangan. Pemerintah, kata AHY, tidak ingin tragedi serupa kembali terjadi akibat kelalaian dalam perencanaan atau pembangunan gedung yang tidak sesuai standar teknis.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, dari sekitar 2.000 pondok pesantren di Indonesia, hanya sekitar 50 yang telah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau memenuhi standar teknis keamanan konstruksi. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

"Kita ingin memastikan bahwa setiap bangunan yang digunakan secara komunal—baik itu untuk pendidikan, kesehatan, maupun kegiatan keagamaan—benar-benar aman dan layak. Tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan warga," ujar AHY menegaskan.

Langkah koordinasi lintas kementerian tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan pembangunan di berbagai sektor. Selain mendorong kepatuhan terhadap regulasi teknis bangunan, pemerintah juga akan menyiapkan langkah pendampingan dan sosialisasi kepada pengelola lembaga pendidikan dan keagamaan agar lebih memahami pentingnya keamanan konstruksi.

AHY Tinjau Program Sumur Bor ke Gunungkidul

Kondisi reruntuhan terlihat sangat kompleks, sehingga menyulitkan upaya pencarian dan penyelamatan korban. (AP Photo/Trisnadi)

Kunjungan AHY ke Gunungkidul juga menjadi momentum untuk mempertegas komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur di daerah. Di sela kunjungan, AHY meninjau sejumlah proyek pembangunan sarana air bersih melalui program sumur bor, yang dinilai strategis untuk mendukung ketahanan air masyarakat di kawasan yang kerap mengalami kekeringan.

“Dengan kombinasi antara pengawasan ketat terhadap kualitas bangunan dan peningkatan infrastruktur dasar, pemerintah berharap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan,” pungkasnya.

Infografis Ironi Musala Ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya